Terkini.id, Makassar – Kepala Rutan Kelas I Makassar Sulistyadi memberikan pengarahan terhadap 50 perwakilan warga binaan di Aula Gedung 2 Rutan Kelas I Makassar, Kamis 13 Februari 2020.
Pengarahan yang dilakukan Sulistyadi ini sebagai upaya pendekatan secara persuasif guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban dalam Rutan.
“Artinya ayo kita sama-sama saling terbuka, apa yang menjadi keluhan kita perbaiki sehingga kehidupan yang sudah abnormal ini bisa menjadi lebih bisa diterima oleh seluruh warga binaan. Kita buatkan saluran untuk pengaduan sehingga kita bisa memperbaiki pelayanan tersebut,” bebernya.
Lanjut dia, Sulistyadi mengatakan kegiatan ini rutin dilaksanakan karena penghuni yang ada silih berganti. Apalagi dengan kondisi over kapasitas seperti ini, kapasitas 1.000 diisi penghuni 2.450 orang.
“Kami rutin masuk dari blok ke blok untuk mendengarkan apa yang menjadi keluhan,” ujarnya.
- Aksi Donor Darah Warnai Peringatan HBP ke-60 di Rutan Kelas I Makassar
- Bercermin ke Kejadian Lapas Tangerang, Rutan Kelas I Makassar Berbenah
- 800 Warga Binaan Rutan Makassar Jalani Vaksinasi Covid-19, Sulistyadi: Kami di Sini Selalu Tekankan Disiplin Prokes
- Momentum Idulfitri, Kakanwil Kemenkumham Sulsel Beri Remisi Khusus untuk 4 Perwakilan Warga Binaan
- Gegara Corona, Puluhan Warga Binaan di Lapas Makassar Dibebaskan
Karena namanya pelayanan kata dia ketika tidak ada keluhan ataupun masukan apa yang dirasa masih menyulitkan yang kita layani, maka akan menganggap bahwa pekerjaan kita sudah sempurna, sudah selesai.
“Tetapi kalau kami sering masuk menanyakan, apa lagi dan apa lagi kekurangan, harapan kita selalu terjadi perbaikan dan kondisi Rutan Makassar diharapkan bisa lebih kondusif, aman dan terkendali,” sambungnya.
Selain pendekatan, upaya lain yang dilakukan adalah pembinaan kerohanian yang bekerjasama dengan Kementerian Agama Kota Makassar dan berbagai lembaga dakwah untuk memberikan bimbingan dan ilmu agama.
“Rutan Makassar bekerja sama dengan Kementerian Agama dan Lembaga Dakwah baik itu pengajian maupun ceramah-ceramah dan bimbingan baca tulis Alquran. Dan harapannya akan timbul rasa perbaikan budi pekerti, perbaikan mindset dan perbaikan kultur bagi warga binaan yang ada di Rutan Makassar,” urai dia.
Terakhir, Sulistyadi menyatakan bahwa penyuluhan dan dialog seperti ini memang perlu dilakukan bahkan sudah menjadi keharusan agar terbangun kekeluargaan dan kebersamaan.
“Memang selalu kita buka pintu dialog dan kita berusaha memberikan pelayanan yang terbaik bagi mereka yang sudah diatur oleh aturan maupun standar operasional prosedur yang ada di Kementerian Hukum dan HAM khususnya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
