Masuk

Kesehatan Mental Pembentuk Karakter, Berikut Tanda Anda Mengalami Luka Batin

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Usia yang matang belum tentu menjadikan individu memiliki jiwa dan kesehatan mental yang baik. Banyak hal yang dapat memengaruhi karakter individu hingga usia dewasanya.

Karakter identik dengan watak atau kepribadian, sifat, sikap seseorang. Karakter tidak selalu berkaitan dengan sifat bawaan sejak lahir tetapi ia juga dibentuk melalui keadaan lingkungan tempat tinggal, dan jika ditarik secara luas karakter dapat terbentuk melalui proses pembelajaran. Sumber, cherishacademy.sch.id.

Ahmad Nur Rahim dalam jurnalnya mengenai kesehatan mental dan pendidikan karakter, memaparkan bahwa, jiwa merupakan wadah karakter dan kepribadian manusia. Setiap perilaku, ekspresi, gerak-gerik merupakan dorongan dari kondisi mental seseorang. Sumber researchgate.net

Baca Juga: Selena Gomez Blak-blakan tentang Kesehatan Mental hingga Raih Penghargaan

Oleh karena itu kesehatan mental dan karakter tidak dapat dipisahkan. Namun apa yang terjadi ketika individu berperilaku buruk dan memiliki perasaan negatif?

Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan masih ada luka batin masa kecil yang belum terselesaikan yang biasa disebut inner child.

Inner child merupakan bagian dari diri individu atau manusia yang belum tumbuh dewasa dan tetap memiliki sisi anak-anak yang tidak pandang usia.

Baca Juga: Kenali Penyebab Menangis Tiba-Tiba, Alami Depresi

Menurut Stephen A. Diamond Ph.D seorang psikolog klinis dan forensik Amerika menyatakan bahwa Inner child merupakan himpunan peristiwa baik atau buruk yang dialami anak yang akan membentuk kepribadian anak tersebut hingga dewasa.

Berikut beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami inner child:

  1. Kehilangan orang tua atau meninggal dunia
  2. Broken Home
  3. Pernah mengalami kekerasan fisik, emosional, dan seksual
  4. Pengabaian orang tua terhadap anak
  5. Gangguan kesehatan
  6. Perundungan atau bullying
  7. Mengalami trauma bencana besar
  8. Adanya anggota keluarga yang menyalahgunakan obat-obatan terlarang dan alkohol
  9. Sering mendengar atau melihat pertengakaran dalam rumah atau pertengkaran kedua orangtua
  10. Ada anggota keluarga yang mengalami gannguan jiwa
  11. Hidup di tempat yang tidak layak huni
  12. Terpisah dengan keluarga inti.

Bukan hanya pengalamn buruk yang dapat menyebabkan hal ini, menurut psikolog Reynitta Poerwito Bach of Pysch., M. Psi. pada parapuan.co, ia mengatakan bahwa “Biasanya orang-orang menginterpretasikan kekerasan dengan sesuatu yang agresif, tetapi trauma masa kecil itu tidak selalu agresif.”

Ia juga menyatakan, bahwa setiap anak pasti memiliki sisi untuk tidak ingin mengecewakan orang tuanya. Misalnya ketika orang tua berkata kepada anaknya “Ingat ya! Kamu itu anak pertama, jadi adikmu itu bergantung sama kamu. Kalau kamunya gagal, ya adik-adik kamu bisa mengikutimu. Kamu itu harus jadi contoh!”

Baca Juga: Hindari ! Baby Blues dan Kenali Penyebabnya

Menurutnya nasihat tersebut terkesan baik, dan sering dilakukan oleh orang tua kepada anaknya. Pada anak dengan karakter tertentu, hal tersebut dapat membuat anak tumbuh dengan beban psikologis.

Pada akhirnya anak akan sering khawatir, takut salah, ambisius, dan tidak bisa menikmati hidup kerena beban yang dipikulnya serta takut mengecewakan orang tua.

Pada umumnya tanda seseorang yang mengalami Inner child antara lain:

  1. Emotion (Emosi)

Luka batin masa lalu dapat dirasakan kembali saat dewasa dimana tiba-tiba seseorang merasa emotional seperti marah, menangis dengan alasan tidak jelas. Misal seseorang sedang mengalami sesuatu yang membuatnya frustasi ia tidak dapat menahan amarahnya atau dirinya tiba-tiba menangis.

  1. Attitude (Perilaku)

Inner child datang dengan ingatan yang menyakitkan, dapat membuat seseorang tiba-tiba malas melakukan aktivitas dan merasa tidak berenergi

  1. Cognitive (Pola Pikir)

Saat luka batin ini muncul ke permukaan, pola pikir seseorang akan terganggu, dan menyebabkan kehilangan konsentrasi atau fokus. Seseorang akan merasa rendah diri, patah semangat, selalu berpikiran negatif, bahkan putus asa.