Ketua KONI Kecam Atlet “Murtad”, Ini Alasannya

Ketua Komite Olaraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar Agar Jaya mengecam atlet murtad. Dia beralasan atlet semacam itu merusak proses penjaringan bibit baru.

Terkini.id,Makassar – Ketua Komite Olaraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar Agar Jaya mengecam atlet murtad. Dia beralasan atlet semacam itu merusak proses penjaringan bibit baru.

“Pernah mewakili kota lain, lalu kembali lagi ke kota ini, itu atlet murtad,” kata Agar Jaya saat ditemui di Ruang Sipakalebbi, Kantor Wali Kota Makassar, Kamis, 11 April 2019.

Hal itu dia sampaikan dalam rangka pelaksanaan Pekan Olahraga Kota (Porkot) yang akan berlangsung pada 22 hingga 26 April 2019 mendatang. Dia menyebut 14 Kecamatan yang akan bertanding akan memperebutkan 19 cabang olahraga.

“Atletik, Biliar, Basket, Bola Volley (Indoor dan pada), Bulu Tangkis, Catur, Dayung (Perahu Naga), Karate, Kempo, Judo, Menembak, Panahan, Panjat Tebing, Pencak Silat, Renang, Sepak Takraw, Tae Kwon Do, Tenis Lapangan, Tenis Meja,” terangnya.

Menurut Agar Jaya kegiatan tersebut sekaligus sebagai ajang untuk menjaring atlet-atlet terpilih yang ada Kecamatan. Setelah itu mereka akan dipersiapkan mewakili Provinsi untuk ajang yang lebih besar.

Baca juga:

“Atlet yang bertanding, tentu mereka yang terbaik di Kecamatannya. Untuk itu, kami akan menjaring atlet muda untuk kemudian dilakukan pembinaan,” kata Agar.

Pada kesempatan tersebut, Agar berharap Porkot dapat terlaksana dengan baik, lancar, dan aman. Selain itu, dia mengimbau kepada Kecamatan untuk melengkapi verifikasi dokumen atlet secepatnya.

“Agar atletnya juga punya persiapan untuk latihan,” tutupnya.

Komentar

Rekomendasi

Dishub Makassar Imbau Pengendara dan Pengusaha Angkutan Tetap Jalankan Protokol

Update 1 Juni Pasien Corona Covid-19 di Makassar

Hari Lahir Pancasila, Pj Wali Kota Makassar Komunikasi Video Bersama Presiden Jokowi

Update 30 Mei Pasien Corona Covid-19 di Makassar

Pj Wali Kota Makassar Tinjau Tempat Pengolahan Sampah

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar