Ia menegaskan bahwa Paskibraka merupakan simbol kehormatan bangsa yang harus dijaga marwahnya, termasuk dalam proses seleksi.
“Jangan sampai generasi muda yang sejak awal dididik untuk mencintai Indonesia justru kehilangan kepercayaan karena melihat adanya perlakuan yang tidak sesuai dengan semangat keadilan,” ucapnya.
Fahmi menekankan bahwa pernyataan tersebut bukan ditujukan untuk memperkeruh keadaan maupun membela individu tertentu.
“Hari ini mungkin yang menjadi sorotan adalah peserta dari Kota Makassar. Namun besok kondisi yang sama bisa saja menimpa adik kita, saudara kita, bahkan anak kita sendiri. Karena itu persoalan ini harus dilihat sebagai tanggung jawab bersama untuk memperbaiki sistem,” katanya.
Ia menegaskan bahwa Merah Putih dikibarkan oleh seluruh putra-putri terbaik bangsa tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun golongan.
- KDMP Mattiro Ade dan KSP Nasari Perkuat Kemitraan Melalui Program Collab Coop dan Gebrak Pupuk Subsidi
- Pemkot Makassar dan BPSDMP Kemenhub Teken NPHD, Perkuat Pengembangan Kawasan Untia dan PIP Makassar
- Astra Motor Racing Team Borong 9 Podium di Mandalika Racing Series 2026 Seri 2
- Kabupaten Jeneponto Diguncang Dua Peristiwa Kebakaran Dalam Sehari, 1 Warga Meninggal Dunia
- Lanjutan Kasus Pungli hingga Miliaran di Dinas Perkimtan Gowa, Giliran Ketua Kadin Diperiksa di Polres
“Karena pada akhirnya, Merah Putih dikibarkan bukan oleh satu agama, satu suku, satu ras, atau satu golongan, melainkan oleh putra-putri terbaik Indonesia,” tutup Fahmi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
