Kalla Institut Gelar Seminar Kebangsaan, Definisikan Ulang Nasionalisme Agar Tak Usang di Makan Waktu

Kalla Institut Gelar Seminar Kebangsaan, Definisikan Ulang Nasionalisme Agar Tak Usang di Makan Waktu

K
A
Kamsah
Administrator

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Kalla Institut menghelat seminar kebangsaan di hadapan ratusan pelajar. Tujuannya untuk meneguhkan ulang bahwa sebuah bangsa harus sejalan dengan tujuan, kepentingan, dan cita-cita sebuah negara.

Seminar tersebut mengusung tema ‘Restorasi Semangat Nasionalisme dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara’.

Adapun pembicara pada kegiatan tersebut antara lain, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Andi Januar Jaury Dharwis, Kepala SMA Islam Athirah 1 Makassar Tawakkal Kahar dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Maros, Kamaluddin Nur.

Rektor Kalla Institute, Syamril berharap seminar tersebut melahirkan pencerahan ihwal pengertian nasionalisme hari ini. 

Menurutnya, hal itu menjadi penting untuk mendefinisikan ulang nasionalisme. Dengan begitu, nilai-nilai nasionalisme terus menyesuaikan dengan tuntutan zaman tak lapuk di makan waktu.

“Kali ini temanya restorasi, kita mengembalikan semangat nasionalisme seperti semula. Kita perlu mendefinisikan kembali, seperti apa nasionalisme saat ini,” ujar Syamril di Auditorium Sekolah Islam Athirah Makassar, Senin, 15 Agustus 2022.

Legislator Andi Januar Jaury menjelaskan bahwa semangat nasionalisme ditujukan untuk mengusir kolonialisme, imperialisme, dan meruntuhkan praktik monarki.

“Dalam mewujudkan semangat jiwa nasionalisme perlu sikap yang lebih peka, sensitif pada sekitar dan tidak apatis,” paparnya.

Dengan semangat tersebut, kata dia, kemajuan bangsa dan negara akan terlihat lebih terang dan jelas di masa depan. 

Kepala SMA Islam Athirah 1 Makassar Tawakkal Kahar melihat nasionalisme dalam konteks pendidikan. Menurutnya, ada tiga hal yang tak boleh dilupakan.

“Ingat sejarah bangsa, mengembangkan bakat dan menguatkan karakter,” tuturnya.

Bahkan, kata dia, tidak akan pernah tercapai Indonesia sebagai negara yang maju, tanpa adanya semangat nasionalisme yang tinggi.

“Tidak akan tercapai indonesia maju, jika tidak ada semanagat nasionalisme Indonesia,” kuncinya

Terakhir, Kesbangpol Kabupaten Maros, Kamaluddin Nur menilai nasionalisme adalah wujud kecintaan terhadap bangsa dengan tetap menghargai bangsa lain.

“Nasionalisme itu berbicara, bagaimana kita bisa cinta pada bangsa kita, termasuk mencintai produk-produk Indonesia. Tetapi di sisi lain kita tetap menghargai bangsa dan negara lain,” ungkapnya.

Ia mengamati masih terjadi polarisasi pada masyarakat dan terkesan ada krisis kebangsaan. Sehingga, ia berharap agar para pelajar-pelajar yang turut hadir dalam kegiatan seminar kebangsaan tersebut untuk tidak terpolarisasi oleh elit-elit tertentu.

“Kesan polarisasi yang menjadi krisis kebangsaan. Dampaknya ke krisis ekonomi, sosial dan krisis lainnya. Saya tidak mau adik-adik siswa kita bisa terpolarisasi oleh elit-elit tertentu,” harapnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.