Terkini.id, Jakarta – Belum lama ini, KH Cholil Nafis turut buka suara soal Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Prof Budi Santosa Purwokartiko yang menyebut mahasiswi menutup kepala ala manusia gurun.
Hal tersebut disampaikan KH Cholil melalui sebuah cuitan di akun media sosial twitter miliknya, @cholilnafis
Dalam cuitannya, KH Cholil mengatakan, profesor tersebut harus diberi pelajaran dan tak layak menyandang gelar guru besar.
“Harus diberi tindakan dan diberi pelajaran orang semacam ini. Tak layak dg gelar akademik guru besar dan penyeleksi beasiswa LPDP yg uangnya berasal dari rakyat. Dia Terjangkit penyakit hasud dan premitif. Seharusnya dibersihkan perguruan tinggi dari orang rasis itu,” tulis @cholilnafis.
Dia pun meminta kepada pihak berwenang untuk menyelidiki kampus tersebut.
- Abu Bakar Ba'asyir Kini Akui Pancasila, Ini Kata Cholil Nafis
- Ramos Horta Sebut Indonesia Negara Paling Toleran, Cholil Nafis: Menikmati Pujian Orang di Tengah Radikal Ekstrimis
- Pria di Banten Ngaku Dewa Matahari, Cholil Nafis: Itu Orang Kebanyakan Nonton Animasi
- Pencabutan Izin Ponpes Shiddiqiyyah Dibatalkan, Cholil Nafis: yang Salah di Proses Hukum Bukan Lembaganya
- Soal Ukraina dan Jokowi, Ketua MUI Pusat: Kejujuran Berita Itu Penting Untuk Karakter Bangsa
“Coba ada yang menyelidiki di kampus itu apakah pengajaran agama dikurangi atau bahkan tak boleh ada kajian agama,” lanjut KH Cholil.
Dalam unggahan di instagramnya, KH Cholil juga merasa heran dengan pola pikir Budi Santoso Purwokartiko.
“Apa yang merasuki sang profesor itu sehingga soal tutup kepala disamakan dengan tutup otak. Mengapa harus bawa2 gurun ya. Sepertinya dia belum pernah naik haji atau ziarah ke makam Rasulullah SAW,” kata KH Cholil.
Pernyataan kontroversial itu viral setelah Budi Santosa Purwokartiko mengunggahnya di status akun Facebook-nya pada 27 April 2022. Namun, saat ditelusuri tulisannya tersebut sudah dihapus. Dikutip dari Republika. Senin, 2 Mei 2022.
“Meskipun sudah dihapus tapi itu sudah terbaca dan sudah beredar maka perlu didorong dia agar memperbaiki pola pikir dan tindakannya,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Cendikia Amanah Depok ini.
Beredar tulisan Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Prof Budi Santosa Purwokartiko di akun Facebook-nya yang menyebut penutup kepala manusia gurun. Dalam tulisannya, Budi menceritakan saat menyeleksi para mahasiswi yang akan belajar ke luar negeri melalui biaya LPDP.
“Jadi 12 mahasiswi yang saya wawancarai tidak satupun yang menutup kepala ala manusia gurun,” tulis Budi Santosa.
Menurut Budi, para mahasiswi yang akan belajar ke luar negeri tanpa penutup kepala manusia pemikirannya terbuka.
“Mereka mencari Tuhan di negara-negara maju seperti Korea Selatan, Eropa dan Amerika Serikat bukan ke negara orang-orang pandai bercerita tanpa karya teknologi,” kata dia.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
