Kim Jong-un Paksa Pensiunan Tentara Bertani Untuk Mengatasi Krisis Pangan di Korut

Kim Jong-un Paksa Pensiunan Tentara Bertani Untuk Mengatasi Krisis Pangan di Korut

R
Muh Ikhsan
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Krisis pangan di Korea Utara membuat Kim Jong-un memaksa pensiunan tentara untuk bertani di desa-desa. Bertani menjadi strategi Kim untuk meningkatkan produksi agrikultur negara itu.

Diketahui, banyak pensiunan tentara yang mengeluh sebab harus kembali bekerja meski mereka telah memasuki umur yang tidak lagi muda.

Korea Utara memang telah mewajibkan setiap laki-laki harus menjalani wajib militer selama tujuh tahun setelah lulus sekolah menengah. Namun, prajurit yang pensiun saat ini memberikan layanan militer minimum sepuluh tahun.

“Otoritas membuat keputusan ini dalam rapat pleno keempat Komiter Sentral Partai Buruh Korea pada akhir Desember. Mereka akan mengirim sekelompok tentara yang sudah berhenti (untuk bertani) ke ladang,” ujar salah seorang pejabat kepada Radio Fress Asia sebagaimana dikutip dari Cnnindonesia Sabtu 8 Januari 2022.

“Mereka adalah tentara yang baru saja berhenti pada akhir 2021 atau baru ingin berhenti. Banyak dari mereka yang merasa tidak puas,” tambah sumber itu lagi.

Baca Juga

Ada satu kelompok beranggotakan 200 veteran yang dikirim ke kota Chongju ketika mereka tengah melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman masing-masing.

Ratusan prajurit lain yang berhenti pada November dan Desember masih menunggu penugasan mereka.

“Alasan otoritas menempatkan veteran di pedesaan dengan skala yang begitu besar ialah karena mereka menilai pekerja pedesaan yang menua merupakan penyebab penurunan produksi biji-bijian,” ujar pejabat itu.

Meski demikian, banyak pengamat menilai penurunan produksi disebabkan oleh bencana alam, kekurangan pupuk dan mesin modern, pun juga isu lain yang berkaitan dengan perdagangan Korut-China akibat virus corona.

Sementara itu, menurut penuturan seorang warga Hyesan, sebanyak 140 veteran baru akan dikerahkan ke ladang kentang di pedesaan.

“Komite Sentral telah menyuruh setiap ladang menjamin kehidupan dan lingkungan mereka untuk stabilitas kehidupan para veteran, jadi bahkan pemilik ladang sangat sibuk sejak awal tahun ini,” ujar sumber masyarakat tersebut.

“Para prajurit meninggalkan kampung halaman mereka sejak remaja dan mengabdikan waktu sepuluh tahun untuk militer, tetapi yang mereka dapatkan malah adalah tugas lain yang sulit dan melelahkan, yakni bekerja di pedesaan,” tambahnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.