Pandemi Covid-19 Korut Dilanda Kelaparan, Ahli PBB Minta Kaji Sanksi

Pandemi Covid-19 Korut Dilanda Kelaparan, Ahli PBB Minta Kaji Sanksi

SW
St. Wahidayani
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Akibat penutupan wilayah demi pencegahan virus corona atau Covid-19, seorang Ahli bidang hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa saat ini Korea Utara (Korut) menjadi negara yang paling berisiko dilanda kelaparan.

Bidang HAM PBB Tomas Ojea Quintana mengatakan bahwa Kelompok paling rentan, yaitu anak-anak dan lansia, terancam kelaparan.

Quintana pun menyerukan agar Dewan Keamanan PBB mempertimbangkan kembali deretan sanksi yang mereka jatuhkan terhadap Korut akibat program nuklirnya dan menegaskan bahwa sanksi DK PBB seharusnya tak membuat rakyat biasa semakin sengsara di tengah krisis pangan di Korut.

“Sanksi yang dijatuhkan oleh Dewan Keamanan PBB harus dikaji ulang dan diringankan jika perlu agar dapat memfasilitasi bantuan kemanusiaan dan menyelamatkan nyawa,” tutur Quintana dikutip dari CNN. Kamis 14 Oktober 2021.

Laporan ini dirilis beberapa bulan setelah media propaganda pemerintah Korut, KCNA, juga sudah mengakui bahwa negara pimpinan Kim Jong-un itu mengalami krisis pangan pada Juni lalu.

Baca Juga

Di bulan yang sama, Kim juga mengakui bahwa situasi pangan di Korut mengkhawatirkan. Menurutnya, krisis ini terjadi akibat bencana alam dan penutupan wilayah untuk mencegah pandemi Covid-19.

Menurut Quintana, sejak saat itu rakyat biasa di Korut “kesulitan menjalani hari-hari untuk hidup dengan bermartabat.”

Quintana memperingatkan bahwa situasi kemanusiaan ini dapat terus memburuk hingga “berubah menjadi krisis.”

Organisasi Pangan dan Agrikultur PBB (FAO) pun sudah melaporkan bahwa Korut mengalami kekurangan pangan hingga 860 ton tahun ini.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.