KKN di Desa Donri-donri, Mahasiswa UINAM Fokus Atasi Wabah DBD

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan

Terkini.id, Soppeng – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Alauddin (UIN) Makassar Angkatan Ke-62 Mengadakan Kegiatan Seminar Program Kerja (Proker) di Aula Desa Donri-Donri, Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng, Kamis 12 Maret 2020.

Seminar ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Donri-Donri, Muhiddin Tebu beserta Perangkat Desa, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Donri-Donri Ridwan, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan para masyarakat Donri-Donri

Dalam sambutan, Kepala Desa Donri-Donri menyampaikan bahwa masalah kesehatan yang dihadapai masyarakat Donri-Donri saat ini yaitu wabah Demam Berdarah (DBD) banyak menjangkit masyarakat

“Wabah ini sangat bahaya bagi masyarakat sekitar, jadi kami berharap kepada mahasiswa KKN UINAM dapat memberikan Program Untuk Mencegah penyakit ini sehingga tidak lebih meluas “, ucap Muhidin Tebu

Menanggapi hal tersebut, selanjutnya Muhammad Irsyad selaku ketua Kordinator (Kordes) Desa Donri-Donri, mengatakan untuk mencegah dan juga menangulangi wabah tersebut, Mahasiswa UIN akan Melaksanakan salah satu program Kerja Kesehatan yaitu dengan Tanaman Obat Keluarga (Toga) Kepada Masyarakat.

Menarik untuk Anda:

“Dari pihak kami, akan meyalurkan salah satu program kerja terkait kesehatan, dengan membuat Toga”, kata Irsyad.

Adapun Tanaman Obat yang diberikan kepada masyarakat melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) akan memberikan beberapa tanaman seperti pepaya, Petikan Kebo, Jeruk Nipis, dan Sambiloto

Tanaman ini nantinya memberikan banyak manfaat untuk mengatasi wabah penyakit seperti DBD

Penulis : Nanna Fitri Amalia

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Pemda Bersama DPRD Pinrang Setujui 4 Ranperda Non APBD

Bos Aprilia Berencana Menarik Andrea Dovizioso ke Timnya Menggantikan Iannone

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar