Klarifikasi Soal Siswa Terancam Berhenti Sekolah, Kepala SMA Citra Bangsa Kodingareng: Itu Tidak Benar

Terkini.id, Makassar – Kepala SMA Citra Bangsa Kodingareng, Hasanuddin Yafid memberi klarifikasi ihwal adanya 11 siswa yang terancam berhenti sekolah lantaran belum membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).

Hasanuddin menegaskan pihak sekolah tak pernah mempersulit siswanya. Menurutnya, siswa yang memiliki keterbatasan ekonomi, tetap diikutkan ujian.

“Saya sudah panggil WALHI hadir dalam rapat, bersama kesebelas orang tua siswa yang mau di DO dan ketua komite. Kita sepakat kemarin, jika berita itu tidak benar, jika kami ingin melakukan DO,” kata Hasanuddin, Jumat, 16 April 2021.

Baca Juga: Klarifikasi terkini.id Terkait Iklan yang Menggunakan Foto Ari Wibowo

Kendati berstatus swasta, Sekolah Citra Bangsa memiliki unsur sosial di dalamnya. Hasanuddin menjelaskan jika ada siswa yang menunggak SPP maka akan dipanggil untuk dimintai keterangannya.

“Sekolah ini merupakan sekolah swasta, atau yayasan. Kemudian, kami di yayasan mempunyai unsur sosial, jadi walaupun anak-anak tidak membayar, tetap kami ikutkan belajar, sampai dia tamat sekolah,” lanjutnya.

Baca Juga: Belum Bayar SPP, 11 Siswa SMA Citra Bangsa Kodingareng Terancam...

Selain itu, Hasanuddin mengatakan ada banyak anak-anak yang sudah diberikan uang, tapi tidak sampai ke sekolah. 

“Itulah saya minta orang tuanya konfirmasi ke sekolah, supaya kita tahu betul apa permasalahannya,” katanya

Jika orang tua siswa mengaku tidak punya uang, maka anaknya akan dibebaskan membayar SPP.

Baca Juga: Tagar ‘Aliansi Mahasiswa Bergerak’ Trending, Sejumlah Mahasiswa Lakukan Protes

“Saya tidak pernah larang masuk sekolah, atau saya mau DO(Drop Out), tidak pernah. Sepanjang sekolah ini, belum ada anak-anak yang saya keluarkan gara-gara pembayaran,” terangnya

Bahkan menurut Hasanuddin, ada sekitar 30 siswa yang menunggak SPP, tapi pihak sekolah tidak pernah mempermasalahkannya.

“Malahan ada anak yang kami bebaskan, bahkan lebih dari 10 orang anak ini, kami gratiskan mulai kelas satu sampai kelas tiga. Dengan melihat latar belakang ekonominya, itu saya pasti saya bebaskan,” bebernya.

Terlebih, kata Hasanuddin, ada banyak anak-anak yang tidak sekolah didatangi rumahnya. 

“Kalau masalah pembayaran tidak usah dipikirkan,” kata dia.

Hasanuddin menyebut niat didirikannya Sekolah Citra Bangsa Kodingareng ini untuk mencerdaskan anak-anak pulau. 

“Coba bayangkan kalau tidak ada sekolah di Pulau, ini orang pulau mau sekolah di mana? Mau tidak mau, mereka terpaksa harus sekolah di kota,” jelasnya

Kendati pembayaran SPP menjadi salah satu sumber dana sekolah dengan nominal Rp120 ribu persiswa. Namun, hal itu bukanlah tujuan dari didirikannya sekolah tersebut.

“Kita inikan sekolah swasta, yayasan, guru-guru kami tidak ada yang Pegawai Negeri. Ada dana BOS, tapi tidak mencukupi, karena itu punya item-item tersendiri,” katanya

Bahkan, menurut Hasanuddin, banyak anak-anak yang tidak membayar SPP, tapi tetap dikutkan belajar, dan ikut ujian sampai tamat.

“Jadi tidak ada itu kami permasalahkan hanya karena SPP, pasti kita bantu sampai tamat,” tutupnya.

Bagikan