Masuk

Kominfo dan IJTI Sulsel Gelar Etika Jurnalistik dan Etika Digital di Tahun Pemilu

Komentar

Terkini.id – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar diskusi bertajuk Journalism Roadshow 2022 dengan tema “Tantangan Etika Jurnalistik dan Etika Digital di Tahun Pemilu”, di Red Corner Makassar, Sabtu 17 September 2022.

Kegiatan ini bekerjasama dengan Kominfo, Trust Tv dan GreatEdu. Hadir sebagai narasumber antara lain, Thamsil Tahir (Direktur Tribun Timur.com), Fajriani Langgeng (Direktur LBH Pers Makassar), Andi Muhammad Sardi (Ketua IJTI Sulsel) dan Amson Padolo (Kepala Dinas Kominfo-SP Sulsel).

Pada kesempatan tersebut, Amson Padolo yang hadir mewakili Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, Pemilu serentak 2024 merupakan pesta demokrasi di Indonesia. Kehadiran media mainstream masih menjadi kekuatan di tengah masyarakat dalam pembentukan opini.

Baca Juga: Masyarakat Indonesia Wajib Tahu! Berikut Tugas Pantarlih Pemilu 2024

“Isu-isu yang berkembang dan hoaks menjadi kendala utama dalam proses pemilu damai dan berkualitas,” kata Amson.

Olehnya itu kata Amson, kegiatan ini menjadi solusi cerdas dalam meningkatkan pemahaman masyarakat secara kualitas tentang berdemokrasi dan bernegara.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena mensosialisasikan peran media dalam penyebaran berita secara luas,” ungkapnya.

Baca Juga: Ini Dia, Masa Kerja Pantarlih Pemilu 2024 Bagi yang Lolos Selesai!

Sementara itu, Thamsil Tahir pada kesempatan itu memaparkan tentang kode etik jurnalis. Selain itu, Thamsil membahas tantangan media berita di Indonesia kedepan.

“Ini tantangan bagi jurnalis dan pempred akan berdiri di tiga posisi, yang pertama media sebagai penggambar, memotret dan menceritakan dan mengungkapkan realita. Kedua media sebagai aktor politik dan demokrasi. Ketiga unit perusahaan,” paparnya.

Ia menambahkan, tantangan jurnalis pada momen pemilu ada dua yaitu, akan menjadi kontrol demokrasi yang tugasnya sama dengan tugas penyelenggara seperti Bawaslu dan KPU. 

“Namun di sisi lain media berita harus menghidupi dirinya sendiri, seperti harus mencari iklan. Inilah yang menjadi tantangan tersendiri bagi jurnalis,” ujarnya.

Baca Juga: 29 Bakal Calon Anggota DPD RI BMS, KPU Sulsel Beri Kesempatan Perbaikan

Smentara itu, Andi Muhammad Sardi memaparkan tentang pedoman perilaku jurnalis dalam peliputan pemilu, yaitu taati kode etik jurnalistik, kualifikasi wartawan, berpihak pada kebenaran dan fakta, berprinsip independen dan loyal kepada warga.

“Wartawan harus menunjukkan profesional seperti, tunjukkan identitas, hormati hak privasi, tidak menyuap, berita faktual dan jelas sumbernya, tidak plagiat: penggunaan cara-cara tertentu dapat dipertimbangkan untuk peliputan berita investigasi bagi kepentingan publik,” papar Idho sapaan akrab Andi Muhammad Sardi.

Idho menambahkan, wartawan harus membuat berita akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk. 

“Berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah. Serta tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul,” pungkasnya.