“Aman kok, almarhum nggak disiksa. Sejauh ini penyidik perlakuannya baik,” ujar Jamal, di Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Quran, Cipondoh, Tangerang, Banten, Selasa, 9 Februari 2021 seperti dikutip dari detiknews.
Jamal menuturkan bahwa banyak pihak yang menanyakan mengenai kebenaran rumor bahwa Ustadz Maaher karena mengalami penyiksaan.
Dia pun menegaskan bahwa kabar tersebut merupakan hoaks dan meminta bantuan media untuk membantu melawan rumor tidak benar tersebut.
“Jadi minta tolong teman-teman media bantu nge-counter hoax-hoax itu lah,” kata Jamal.
Untuk diketahui, sebelumnya kepolisian telah mengumumkan bahwa penyebab kematian Ustadz Maaher adalah penyakit tertentu.
- Wabup Gowa Dampingi Langsung Kontingen Porsenijar PGRI Sulsel, Optimistis Raih Juara Umum
- PDAM Makassar Operasikan Intake Manggala, Krisis Air di Wilayah Utara Mulai Teratasi
- Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Hadiri ICE APEKSI 2026, Perkuat Kolaborasi dan Promosikan Potensi Kota
- Wali Kota Makassar Ikuti Penanaman Pohon dan Senam Bersama di Rakernas APEKSI XVIII Medan
- Gelar Simulasi Tanggap Darurat, PT Semen Tonasa Perkuat Budaya K3
Namun, jenis penyakit tersebut tidak dapat diumumkan kepada publik karena penyakitnya sensitif.
“Ini bisa berkaitan dengan nama baik keluarga almarhum. Jadi kita tidak bisa sampaikan secara jelas dan gamblang sakitnya apa karena penyakitnya adalah sensitif, ini masalahnya. Bisa membuat nama baik keluarga juga tercoreng,” jelas Irjen Argo Yuwono, Kepala Divisi Humas Mabes Polri dalam jumpa pers, Selasa, 9 Februari 2021.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
