”Kalau (warga) sudah mandiri kita pindah ke pelaku usaha yang membutuhkan lagi,” tuturnya.
Kepala Bidang Pengendalian, Bantuan dan Jaminan Kesejahteraan Sosial, Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Rahmat Mappatoba mengatakan beberapa program telah diarahkan untuk menekan jumlah penduduk miskin, baik melalui usaha produktif atau kelompok usaha bersama.
Menurutnya, saat ini ada beberapa lembaga atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjadi penanggung jawab dan terus berupaya untuk menekan angka kemiskinan. Salah satunya, lewat Program Lorong Wisata.
Terlebih ada instruksi Presiden Joko Widodo untuk menekan kemiskinan ekstrim pada tahun 2024.
”Bagaimana Lorong Wisata bisa dimaksimalkan dalam rangka menekan kemiskinan,” kata Andi Rahmat.
Selain itu, ia menuturkan beberapa penerima Program Keluarga Harapan telah keluar dari kategori penduduk miskin. Pasalnya, kata dia, sudah memiliki usaha mandiri.
Rahmat menuturkan saat ini jumlah penduduk miskin di Kota Makassar berada di Kecamatan Tamalate.
”Kita maksimalkan untuk program PKH-nya,” tuturnya.
Di sisi lain, Rahmat menjelaskan bahwa Makassar merupakan gerbang Indonesia Timur. Sehingga banyak warga dari berbagai daerah datang ke Makassar untuk mengadu nasib. Masalahnya adalah ketika mereka tak memiliki skil.
“Akhirnya jumlah penduduk miskin jadi bertambah di Makassar,” sebutnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
