KPK Menduga Nurdin Abdullah Lakukan Korupsi untuk Biayai Utang Dana Kampanye

Terkini.id, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini tengah mendalami kasus tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah.

Ada kecurigaan dari pihak KPK soal larinya uang hasil korupsi Nurdin Abdullah untuk membayar utang kampanye.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 2 Maret 2021.

Baca Juga: KPK Ungkap Ada 1.550 Koruptor: Tapi Masih Ada 262 Juta...

“Biar itu menjadi tugas penyidik untuk mendalami uang itu untuk apa saja, apakah misalnya lari karena biaya kampanyenya sangat besar dia dapat sponsor dari pengusaha lokal setempat,” ucap Alexander, dikutip dari Antara.

KPK menduga Nurdin Abdullah memberikan kontrak proyek kepada rekanan yang mendukungnya atau pernah menjadi tim kampanyenya saat pencalonannya sebagai Gubernur Sulawesi Selatan. 

Baca Juga: Waduh! Ada Pegawai BUMN Dipanggil KPK Terkait Kasus Suap Nurdin...

Nurdin Abdullah sebelumnya pernah menjabat menjadi Bupati Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Didukung oleh PDI Perjuangan, PAN, dan PKS, Nurdin Abdullah maju dalam Pilgub Sulsel tahun 2018.

Seperti yang diketahui, pada tanggal 28 Februari 2021, KPK telah menetapkan Nurdin bersama dua orang lainnya sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di Pemprov Sulsel Tahun Anggaran 2020-2021.

Baca Juga: KPK Geledah Kediaman Bos PT PKN Makassar, Berkaitan Kasus Nurdin...

Dua tersangka lain, yaitu Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Sulawesi Selatan, Edy Rahmat, yang juga orang kepercayaan Abdullah, dan Agung Sucipto selaku kontraktor.

Nurdin Abdullah diduga telah menerima uang total Rp5,4 miliar dengan rincian pada 26 Februari 2021 menerima Rp2 miliar yang diserahkan melalui Edy Rahmat dari Agung Sucipto.

Selain itu, Ia juga diduga menerima uang dari kontraktor lain di antaranya pada akhir 2020 Nurdin menerima uang sebesar Rp200 juta.

Tak hanya itu, pada awal Februari 2021 Nurdin Abdullah, menerima uang Rp2,2 miliar, dan pertengahan Februari 2021, Nurdin menerima uang sebesar Rp1 Miliar melalui ajudannya bernama Samsul Bahri.

Sponsored by adnow
Bagikan