Aris menjelaskan bahwa Desa Antikorupsi ini nantinya akan memenuhi lima komponen dan 18 indikator.
Menurutnya 5 komponen dan 18 indikator ini harus dipenuhi desa yang akan terpilih menjadi desa percontohan.
Lima komponen ini meliputi, ketatalaksana, pengawasan, kualitas pelayanan publik, partisipasi publik dan yang kelima kearifan lokal.
“Setelah memenuhi komponen dan Indikator Desa Antikorupsi, maka akan dilakukan penganugerahan Awarding menjadi Desa Antikorupsi yang Insya Allah pada bulan Oktober mendatang,” tandasnya.
Dirinya menambahkan pencanangan Desa Antikorupsi ini upaya untuk mewujudkan pemerintahan yang berintegritas mulai dari tingkat atas hingga ke bawa di desa-desa.
- Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi Ikuti Pelatihan PAKU Integritas 2026 yang Digelar KPK
- DPRD Makassar Terima Kunjungan KPK RI, Bahas Pencegahan Pemberantasan Korupsi Terintegrasi 2023
- Chusnul: Salah Satu Kesuksesan Formula E, Sukses Sampai Sekarang Masih Diselidiki KPK
- Sebut Ada Menteri Minta Setoran, Nicho Silalahi: Jika Tidak Melaporkan Si Menteri, Diduga Pak Mahfud Sedang Bersekongkol!
- Sebut Pemimpin KPK RI Dahulu Ingin Jadi Presiden, Fahri Hamzah: Pegawainya Berpolitik Bersama LSM
“Jadi kita membangun integritas tidak hanya dari pemerintah pusat dan di Pemerintah Daerah tetapi juga dari elemen terkecil dari miniatur negara ini yaitu desa. Kalau dari pemerintahan pusat sampai Desa itu berintegritas, kita punya 74 ribu desa, bayangkan kalau ini menjadi desa yang berintegritas, Indonesia akan bebas korupsi,” urainya.
Turut mendampingi Bupati Gowa Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Gowa, Abd Karim Dania dan Pelaksana Tugas Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Hj. Rumaisah.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
