KPU Soppeng Gagal Capai Target Partisipasi Pemilih di Pilkada 2020

KPU Soppeng Gagal Capai Target Partisipasi Pemilih di Pilkada 2020

FH
FD
Farel Haeril
Fachri Djaman

Tim Redaksi

Terkini.id, Soppeng – Pemilihan kepala deerah telah usai. Adapun partisipasi pemilih di Kabupaten Soppeng gagal mencapai target 80 persen.

Dari Hasil rapat pleno, menyatakan partisipasi pemilih mencapai 76 persen. Hal ini dinilai turun lantaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Soppeng jauh dari target.

Berdasarkan data yang diperoleh, Pilkada tahun 2010 Soppeng partisipasi pemilih mencapai 76 persen, kemudian naik pada 2015 sebanyak 77 persen, dan tahun 2020 ini kembali turun dengan angka 76 persen.

Terkait hal itu, Ketua KPU Soppeng, Hasbi mengatakan Indikator kualitas pemilu tidak hanya diukur dengan tingkat partisipasi, tapi indikatornya adalah secara substansi bagaimana pelaksanaan pemilihan dilaksanakan dengan memberi ruang terlayaninya hak konstitusional warga, baik sebagai pemilih maupun sebagai peserta pemilihan.

“Secara prosedural bagaimana proses pelaksanaan pemilihan dilaksanakan secara berkala dengan baik dan benar, sehingga sirkulasi elit dan proses pembangunan dapat berjalan dengan baik,” kata Hasbi, Kamis 17 Desember 2020.

Baca Juga

Menurutnya, secara umum proses pelaksanaan tahapan pilkada 2020 dilaksanakan dengan baik dan benar sampai terpilih dan dilantiknya bupati dan wakil bupati terpilih.

“Secara umum proses Pilkada Soppeng dilaksanakan dengan baik,” urainya.

Sementara itu, Ketua DPRD Soppeng Syahruddin menanggapi kurangnya partisipasi pemilih dibandingkan pada pemilihan sebelumnya.

Ia mengatakan, partispasi pemilih di Pilkada Soppeng sudah baik, karena pemilu dengan Pilkada itu berbeda. Menurutnya, di pemilu banyak yang bergerak seperti Anggota DPRD dan lain-lain 

“Pemilu dengan Pilkada itu berbeda. Di pemilu banyak yang bergerak seperti Anggota DPRD. Banyak pemilih yang tidak hadir juga dikarenakan waktu pencoblosan hujan, mungkin itu salah satu faktor,” ujarnya.

Syahruddin juga mengungkapkan bahwa sosialisasi KPU Soppeng tidak maksimal, terbukti masih banyak masyarakat belum tersentuh dengan hal tersebut.

“Untuk sosialisinya juga sebenarnya kurang maksimal,” kata Syahruddin.

Terkait banyak isu yang beredar seperti rapid test atau swab jelang pemilihan, kata dia, juga menjadi salah satu faktor turunnya partisipasi.

“Saya sudah mengusulkan KPU sebelumya agar membuat baliho sebanyak-banyaknya untuk sosialiasi dan membantah isu tersebut, tapi kenyataan hanya melalui media sosial,” terangnya.

Hal senada juga diungkapkan anggota DPRD Soppeng Muhammad Eka Syafri Agelsyah. Ia menilai sosialisasi yang dilakukan KPU tidak masif sehingga tidak berhasil mendongkrak partisipasi pemilih pada Pilkada tahun ini.

“Memang banyak faktor, terlebih di saat pandemi. Tapi kita menilai sosialisasinya memang tidak maksimal,” jelasnya.

Diketahui, pada Pilkada 2020 KPU Soppeng memiliki anggaran mencapai Rp25 miliar, dan dapat tambahan anggaran untuk protokol kesehatan mencapai Rp6 miliar lebih. Sementara target partisipasi pemilih KPU Soppeng sebanyak 80 persen.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.