Terkini.id, Soppeng – KPU Soppeng mengajukanpenambahan anggaran untuk rapid tes menjelang pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang rencananya berlangsung pada 9 Desember 2020 mendatang.
Sebanyak Rp5,7 milayar yang telah diajukan ke pusat. Anggaran tersebut diperuntukan untuk pelaksanaan protokol kesehatan pada masa pandemi covid 19.
Sebahagian dari anggaran tersebut akan di gunakan untuk rapid tes bagi 5 ribu penyelengara yang terdiri dari KPU hingga KPPS.
Selain rapid tes, juga akan digunakan untuk belanja Alat pelindung diri (APD) bagi petugas PPK,PPS dan KPPS serta peralatan lainnya yang akan digunakan saat pencoblosan.
Sebelumnya pemerintah daerah Soppeng telah menghibahkan anggaran untuk pilkada senilai Rp25 milyar.
- Warga Tolak Keputusan Menkeu Soal PSEL Tetap di Tamalanrea, demi Lingkungan dan Kesehatan
- Tim Pegasus Polres Jeneponto Berhasil Ringkus Residivis Pelaku Curas yang Sebabkan Korban Luka Berat
- Ashabul Kahfi Jabat Plt Ketua PAN Sulsel, Farah Puteri Nahlia Beri Ucapan Selamat
- Tim Wasev TNI AD Tinjau Langsung Dedikasi Satgas TMMD ke-128 Kodim 1425 Jeneponto
- Polres Jeneponto Akan DitindaK Lanjuti Kasus MBG Rumbia, Hasil Lab Jadi Bukti Kuat
Ketua KPU Soppeng Hasbi mengatakan bahwa dalam pemilihan kepala daerah nanti pihaknya akan melaksanakan protokol kesehatan di masa pandemi covid 19.
“Pada pilkada nanti kamitetap mengikuti protokol kesehatan selama tahapan pilkada,”benernya.
Lanjut, pihaknya juga telah mengusulkan anggaran ke pusat sebanyak Rp5,7 milyar untukprotokol kesehatan.
“Ia kami mengusulkan penambahan anggaran untuk protokol kesehatan di pilkada serentak 2020,untuk anggarannya sebanyak 5,7 milyar yang kami usulkan.
Dalam anggaran protokol kesehatan tersebut telah diusulkan rapid tes untuk seluruh penyelenggara.
“Kami mengusulkan Rapid tes untuk seluruh penyelanggara, selain itu ada tambahan lainnya seperti APD dan kelengkapan lainnya,”terangnya.
Pihaknya juga masih menunggu hasil dari pusat, apa pengusulan anggaran tersebut telah di ACC atau belum.
“Sementara kami tunggu, dan belum ada juga transferannya,anggaran kita gunakan untuk protokol kesehatan yakni dari APBN,”pungkasnya.
Saat ini KPU soppeng telah melaksanakan orientasi PPK dan selanjut akan melaksanakan bimtek pemutakhiran data pemilih dari tingkat PPK hingga PPS.
“Beberapa waktu lalu kami telah laksanakan orientasi PKK, setalah bimtek dan saat ini sementara proses perekrutan petugas KPPS dari 517 tps,”ucanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
