Soppeng Akan Luncurkan Warung Sosial untuk Warga Terdampak Covid-19

Kepala Dinas Sosial Soppeng Andi Sumange Rukka

Terkini.id, Soppeng – Dinas sosial Kabupaten Soppeng akan meluncurkan Gerakan Mappasilele Salle atau warung sosial bagi warga yang terdampak Covid-19.

Gerakan ini merupakan perlindungan sosial masyarakat akan dampak Covid-19 jaring pengaman sosial diberikan dalam bentuk bantuan sosial pangan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari kelompok masyarakat kurang mampu.

Adapun tujuan program ini untuk mengurangi beban pengeluaran dalam memenuhi kebutuhan harian akibat dilakukannya kebijakan pemerintah Kabupaten Soppeng tentang sosial distancing dan pembatasan wilayah.

Program Pangan ini akan diberikan bagi yang belum tersentuh bantuan sosial, seperti pekerja formal dan informal yang terdampak, IKM dan UKM.

Bantuan sosial pangan disalurkan kepada KPM dengan menggunakan sistem pemanfaatan toko atau warung yang tersedia pada desa/kelurahan sebagai penyedia bahan pangan kepada KPM yang telah di tetapkah agar perputaran ekonomi pada desa/kelurahan tetap benjalan.

Menarik untuk Anda:

Warung Penyalur Program BSP adalah toko atau warung yang ditetapkan untuk melakukan penyaluran bahan pangan kepada masyarakat terkena dampak Covid-19.

Masyakarat penerima hanya membawa KTP Dan KK untuk ditukarkan Sembako, seperti Ayam 1 ekor, ikan sarden 5 kaleng, beras 15 kg, gula 2 liter, minyak 2 liter, telur 1 rak, tepung terigu 2 kg, kopi 1 bungkus, teh 2 pak, mie instan dos, sabun mandi 5 buah, sabun cuci tangan 2 bungkus, pasta gigi besar 1 buah, dan sabun cuci piring 2 bungkus.

Dalam Gerakan Mappasilele Dalle atau warung sosial bagi warga yang terdampak Covid-19 menggunakan anggaran APBD daerah Soppeng dengan jumlah penerima 9200 KK.

Kepala Dinas Sosial Soppeng Andi Sumange Rukka mengatakan bahwa program ini merupakan hasil pendataan OPD terkait, usaha kecil dan industri kecil yang terdampak yang juga pekerja formal maupun non informal dan KPM yang penerima bantuan sosial dari PTSP yang terkena dampak Covid-19.

“Ini merupakan program baru kita bagi KPM yang terdampak Covid-19, program ini akan menutupi kekurangan dari BST dan BLT,” ujarnya, Selasa, 9 Juni 2020.

Program ini juga tidak memberikan uang tunai melainkan Sembako senilai Rp 600 ribu selama 6 bulan.

“Yang menerima ini berbeda dengan BST dan BLT, perbedaan yakni uang dan sembako, BST dan BLT menerima Uang tunai, sedang ini menerima Sembako senilai 600 ribu,” ujarnya.

Untuk pelaksaan peluncurannya, pihaknya akan mengonsultasikan ke sekertaris daerah dan Bupati Soppeng.

“Kita konsultasikan dulu kapan diluncurkan tapi untuk pembagian nanti selama 7 hari,” terangnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Mantan Wakil Bupati Soppeng 2010-2015 Tutup Usia

Polisi Kecolongan, THM di Soppeng Buka Saat Masih Pendemi Covid-

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar