Terkini.id – Kabar mengenai kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak sejak Rabu lalu cukup menghebohkan masyarakat Indonesia.
Lalu seperti apa cara kerja kapal selam? Bagaimana kapal selam tenggelam dan mengapung di permukaan air?
Perlu diketahui, Kecelakaan yang menyebabkan hilangnya kendaraan tak cuma sekali ini terjadi. Sebelumnya, selain kapal, pesawat terbang juga sering mengalami kecelakaan kemudian hilang kontak.
KRI Nanggala-402 diperkirakan hilang di bawah permukaan air di perairan Bali. Kapal itu diperkirakan dalam posisi diam.
Kapal selam memang memiliki dua fungsi berbeda yaitu berjalan di permukaan dan di bawah permukaan air.
- Keluarga Prajurit KRI Nanggala 402 Diberi Rumah, UAS Kena Sentil
- Bahagia KRI Nanggala 402 Tenggelam, Pria Ini Ciut Usal Diciduk Aparat
- TNI AL Luruskan Kabar KRI Nanggala 402 Kirim Isyarat Tempur
- UAS Galang Dana Beli Kapal Selam, Husin Shihab: Bukannya Mendoakan Malah Ngeledek
- Tanggapi KRI 402 Kirim Sinyal Perang, Nicho Silalahi: Janggal, Apa Pergoki Kapal Lain hingga Sengaja Ditenggelamkan?
Sistem kapal selam memang dirancang agar bisa berjalan di bawah permukaan air. Bagi yang penasaran berikut cara kerja kapal selam.
Sama seperti jenis kapal lain, kapal selam dapat mengapung karena sistem perpindahan yang dapat membuat air keluar untuk membuat ruang bagi benda yang masuk ke air.
Di dalam hukum fisika, jika ada benda masuk ke air maka akan ada dua tekanan yang mempengaruhinya.
Kedua tekanan itu adalah gravitasi dan daya apung. Benda bisa mengapung apabila massa jenisnya kurang dari jumlah air yang berpindah.
Selain massa jenis, kapal selam juga bisa mengendalikan daya apungnya dengan menggunakan peralatan khusus.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
