Masuk

Kritik Pernyataan Novel Soal Dugaan Korupsi Rp100 Triliun, KSP: Sama Sekali Tidak Produktif

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Kantor Staf Presiden (KSP) mengkritik penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan yang membeberkan dugaan bahwa korupsi dana bantuan sosial (bansos) mencapai Rp100 triliun.

Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi Pemulihan Ekonomi Nasional (Monev PEN) KSP, Edy Priyono mengatakan bahwa Nobel Baswedan seharusnya fokus mengusut jika memang ada dugaan korupsi.

Menurut Edy, sikap Novel yang justru membeberkan spekulasi adalah suatu hal yang tidak produktif.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sayangkan Pemecatan Novel Baswedan dari KPK: Biar Ada yang Takut

“Kalau memang ada dugaan korupsi, silakan diusut sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. Dalam upaya penegakan hukum, pernyataan seperti itu sama sekali tidak produktif,” katanya, pada Jumat, 21 Maret 2021, dilansir dari CNN Indonesia.

Edy mempertanyakan apakah Rp100 triliun yang disebutkan oleh Novel merujuk pada nilai dugaan korupsi ataukah nilai proyek.

Apapun itu, Edy menilai bahwa angka Rp100 itu tidak masuk akal. Pasalnya, nilai anggaran bansos tidak mencapai Rp100 triliun.

Baca Juga: Novel Baswedan Kecewa, 2 Eks Pegawai KPK Jadi Kuasa Hukum Ferdy Sambo

“Jadi proyek apa yang dimaksud?” tanya Edy

Ia lantas meminta Novel untuk menghindari pernyataan-pernyataan yang cenderung spekulatif dan mengundang kontroversi. 

Sebelumnya, Novel Baswedan mengungkapkan dugaannya bahwa nilai korupsi bansos Covid-19 di berbagai daerah, tidak hanya di area Jabodetabek, bisa mencapai angka Rp100 triliun.

Namun, Novel mengaku belum dapat memastikan dugaan itu sebab masih perlu penelitian lebih lanjut.

Baca Juga: WhatsApp Karyawan Narasi Diretas, Novel Baswedan Sebut Pelakunya Pakai Alat Khusus

“Ini kasus yang mesti diteliti lebih jauh. Kasus ini nilainya puluhan triliun. Bahkan saya rasa seratus triliun nilai proyeknya dan ini korupsi terbesar yang saya pernah perhatikan,” kata Novel pada Senin, 17 Mei 2021, dilansir dari CNN Indonesia.