Kritik Presiden Erdogan, Jurnalis Wanita Turki Ditangkap

Kritik Presiden Erdogan, Jurnalis Wanita Turki Ditangkap

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini.id, Istanbul – Kelompok Hak Asasi Manusia menilai Turki menjadi negara yang banyak merusak kebebasan media dengan menangkap wartawan dan menutup media kritis. 

Hal itu terjadi setelah Erdogan selamat dari kudeta yang gagal pada Juli 2016.

Baru baru ini, seorang jurnalis wanita terkemuka di Turki ditahan. Dia dituding menghina Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam siaran langsung di televisi.

“Ada pepatah yang sangat terkenal yang mengatakan bahwa kepala yang dimahkotai menjadi lebih bijaksana. Tapi kami melihat itu tidak benar,” Ungkap jurnalis bernama Sedef Kabas di saluran Tele1 itu, dikutip dari AFP, Minggu 23 Januari 2022.

“Seekor banteng tidak menjadi raja hanya dengan memasuki istana, tetapi istana menjadi lumbung,” tambahnya.

Baca Juga

Pengacara Kabas, Ugur Poyraz, menyebut kliennya ditahan pada Jumat 21 Januari 2022 malam waktu setempat.

Menteri Kehakiman Turki Abdulhamit Gul, bicara di Twitter-nya. Dia mengutuk ujaran kebencian yang dilontarkan jurnilis wanita tersebut.

“Saya mengutuk kata-kata jelek yang menargetkan presiden kita,” ucapnya.

Serikat jurnalis Turki mengecam atas penahanan jurnalis itu. Mereka menyebut penangkapan Kabas sebagai serangan serius terhadap kebebasan berekspresi.

Kelompok hak asasi secara rutin menuduh Turki merusak kebebasan media dengan menangkap wartawan dan menutup media kritis. Terutama sejak Erdogan selamat dari kudeta yang gagal pada Juli 2016.

Reporters Without Borders menempatkan Turki di peringkat 153 dari 180 dalam indeks kebebasan pers 2021.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.