Kritik Presidential Treshold, Fahri Hamzah: Capres Belum Sadar Diiming-Imingi Tiket Pilpres Palsu

Kritik Presidential Treshold, Fahri Hamzah: Capres Belum Sadar Diiming-Imingi Tiket Pilpres Palsu

R
Afsal Muhammad
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah mengkritik aturan presidential threshold atau ambang batas pencalonan presiden yang berlaku di Pilpres 2024

Ia menilai, para capres 2024 seharusnya berani mengusahakan supaya aturan tersebut dihapus.

“Seharusnya para capres mengupayakan agar aturan 20% ambang batas pencalonan presiden dihapuskan,” kata Fahri dikutip Sindonews.com, Kamis 5 Mei 2022.

Fahri menjelaskan, para capres itu dapat dianggap memiliki harga diri apabila menolak aturan presidential threshold 20 kursi DPR RI atau 25 persen suara sah nasional pada pemilu sebelumnya itu. 

Para capres pun dapat dianggap memiliki harga diri dan layak didukung jika mereka menolak tiket kedaluwarsa untuk menjadi tiket Pilpres 2024.

Baca Juga

“Capres yang meminta dukungan partai lain dan mengikuti aturan 20% presidential threshold diibaratkan mengemis tiket palsu. Hal ini juga menjadikan para capres terlihat tidak memiliki kualifikasi. Ikut-ikutan mengemis tiket palsu membuat mereka nampak tidak punya kualifikasi sama sekali,” sebut dia.

Mantan Wakil Ketua DPR RI ini mengatakan, presidential threshold semakin mempertahankan oligarki politik sekelompok elite. 

Akan tetapi, para kandidat capres saat ini belum sadar bahwa mereka cuma diiming-imingi tiket pilpres palsu.

“Di akhir Ramadhan, para capres belum sadar juga bahwa mereka tidak punya tiket dan mereka diiming-imingi tiket palsu oleh oligarki!” ujar dia.

Fahri mengatakan, dalam konteks presidential threshold juga sudah mengabaikan keterwakilan rakyat Indonesia dari beragam daerah. 

“Aturan ambang batas untuk capres hanya mempersempit peluang munculnya capres alternatif dari yang sudah dikenal selama ini,” ujar dia.

Apalagi, lanjut Fahri, capres yang diusulkan partai politik di parlemen, bukan sosok yang mempunyai ide untuk membangun bangsa. 

“Nanti kita bicara tentang capres yang bukan ide lagi yang dijual, (tapi) menawarkan bahwa saya punya uang dan saya punya bohir (pemodal). Kira-kira begitu yang sekarang terjadi,” kata Fahri.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.