Terkini, Makassar – Suasana hangat dan penuh keakraban terasa di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Sabtu lalu, saat Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa menerima kunjungan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.
Kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi biasa. Di balik jamuan makan siang dan cerita nostalgia kuliner Makassar, terselip diskusi serius mengenai strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pengendalian inflasi.
Munafri sengaja mengajak Sherly mencicipi kembali kuliner khas Makassar, termasuk nyuknyang, yang ternyata memiliki kenangan masa kecil bagi Gubernur Maluku Utara tersebut.
“Saya bilang sebelum Ibu Gubernur pulang, saya mau ajak makan mencicipi nyuknyang. Ibu Gubernur juga cerita dulu orang tuanya kalau datang ke Makassar selalu membeli nyuknyang,” jelas Munafri.
Selain nyuknyang, jamuan makan siang juga menghadirkan berbagai kuliner khas Sulawesi Selatan seperti sop konro dan es pisang ijo yang membuat suasana pertemuan semakin akrab.
- Perkuat Kriya Lokal Luwu Timur, PT Vale Hadirkan Anyaman Teduhu di Ajang Dekranas yang Dipusatkan di Makassar
- Suriana Raih Gelar Doktor Ilmu Pendidikan Bahasa dengan IPK Sempurna 4,0
- Munafri Hadiri Haul 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassary, Dorong Aktualisasi Keteladanan dalam Pembangunan Kota
- Dewan Soroti Utang Rp211 Juta untuk Bendung Lalengrie Bone: Sampai Sekarang Tidak Beroperasi
- Bersinergi, Berkarya, dan Mengabdi: Polbangtan Gowa Turunkan 20 Tim PKM di Sulawesi Selatan
Munafri menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan membuka peluang kerja sama antara Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
“Terima kasih kepada Ibu Gubernur yang telah menyempatkan mampir di Rumah Jabatan. Mudah-mudahan Makassar selalu memberikan kesan yang baik, dan jika ada yang bisa kami dukung, kami siap,” tambahnya.
Belajar PAD dan Pengendalian Inflasi dari Makassar
Di balik suasana santai tersebut, Sherly mengungkapkan bahwa kunjungannya juga dimanfaatkan untuk belajar langsung dari Pemerintah Kota Makassar, terutama terkait pengelolaan keuangan daerah dan pengendalian inflasi.
Menurutnya, jumlah penduduk Maluku Utara dan Makassar relatif sama, sekitar 1,4 juta jiwa. Namun, kemampuan fiskal Makassar dinilai jauh lebih kuat.
“Jadi kami ini sama-sama 1,4 juta jiwa tapi uangnya Pak Wali ini (APBD) lebih banyak dari saya (Maluku Utara), jadi kami juga belajar bagaimana meningkatkan PAD dan bagaimana menjaga inflasi. Makassar sebagai salah satu kota di Indonesia Timur yang sangat padat dan pertumbuhannya sangat bagus,” jelas Sherly.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
