Lanjutkan Program 1000 Lapak Berkah, YBM PLN dan IZI Sulsel Lakukan Ini

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan

Terkini.id, Makassar –Sinergi YBM PLN UIW Sulselrabar dengan IZI Sulawesi Selatan dalam Program Ekonomi, 1000 Lapak Berkah, kini berlanjut dengan pembinaan dan pendampingan para penerima manfaat yang telah diberikan bantuan berupa lapak dan modal usaha.

Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan bagi para penerima bantuan dalam mengembangkan usahanya. Pendampingan tahap awal ini dilaksanakan di kantor Perwakilan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Sulawesi Selatan, Jl. Tamalate I No. 3, pada hari Minggu, 19 Januari 2020.

Kegiatan pendampingan ini dihadiri oleh delapan orang penerima manfaat bantuan lapak berkah hasil kolaborisi YBM PLN dengan IZI Sulawesi Selatan. Pendampingan dan pengembangan kemampuan penerima mustahik ini dilaksanakan dengan mengangkat topik yaitu manajemen keuangan yang dibawakan oleh La Hardifin, mahasiswa semester akhir jurusan Agribisnis di Universitas Hasanuddin.

Dalam materinya, Hardi menjelaskan tentang urgensi pencatatan keuangan. “Pencatatan keuangan dalam sebuah usaha sangat penting karena melalui catatan keuangan tersebut banyak hal yang dapat kita ketahui, baik dari segi untung atau rugi, fluktuasi jumlah pembeli, produk yang paling diminati konsumen sehingga dapat dijadikan bahan evaluasi kedepannya,” jelas Hardi. Ia juga menambahkan bahwa semua jenis pengeluaran harus dicatat bahkan jika itu adalah konsumsi pribadi. Selain itu, Hardi juga menjelaskan tentang penyimpanan uang usaha dan uang pribadi harus dipisahkan untuk menghindari penggunaan uang usaha untuk kebutuhan pribadi.

Selain menerima materi, para penerima manfaat juga diajarkan bagaimana cara membuat pencatatan keuangan yang baik sehingga lebih mudah dipahami. Pada sesi diskusi, Nani, salah satu penerima manfaat, berbagi pengalaman dengan penerima manfaat lain terkait pencatatan keuangan disaat Ia bekerja disebuah warung makan.

“Pencatatannya (keuangan) harus detail bahkan seratus rupiah pun harus dicatat karena bisa berpengaruh terhadap keuangan usaha,” ungkap Nani dengan nada tegas. Diakhir sesi diskusi juga, Arif selaku fasilitator juga berbagi pengalaman yang Ia dapatkan dari rekannya yang merupakan pengusaha daging.

Di akhir sesi diskusi, Arif menyampaikan pesan bahwa berapapun keuntungan yang didapatkan, jangan pernah lupa untuk bersedakah meskipun itu hanya seribu rupiah agar usaha yang dilakukan senantiasa mendapat berkah dari Allah.

Citizen Reporter: M. Arifuddin

Komentar

Rekomendasi

Pilkada Bulukumba, Berikut Pesan Petinggi Kementerian Agama Terhadap ASN

Baksos Wujud Kedekatan Personil Polsek Bajeng dengan Masyarakat

IZI Sulsel Adakan Seleksi Beasiswa Pelajar untuk Pelajar SMK di Gowa

KPPN Makassar I Apresiasi Kinerja Pelaksanaan Anggaran P3E Sulawesi Maluku

Kapal Latih SMKN 3 Kemaritiman Selayar Kembali Berlabu Normal Di Darmaga Pattumbukang, Kabupaten Selayar

H Ali Yafid Puji Adaptasi Para Kasi di Kementerian Agama Kab. Bulukumba

Dirjen PHU Kemenag RI : Masuk Gedung Ini, Keluar Sudah Punya Nomor Porsi

Kakanwil Kemenag Sulsel Harap Gedung Layanan Haji dan Umrah Wajo Dimanfaatkan Maksimal Layani Umat

Bangga Jadi Yang Pertama di Sulsel, Ini Kata Bupati Wajo Ke Dirjen PHU Kemenag

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar