Terkini.id, Toronto – Mengejutkan, studi ahli ungkap orang muda di bawah 50 tahun lebih berisiko tertular corona. Terkait penularan virus corona yang masih merundung masyarat berbagai negara dunia, para pakar dan ahli kesehatan berupaya menganalisis Covid-19 dari berbagai perspektif.
Salah satunya adalah hasil pemodelan komputer yang menunjukkan, risiko orang muda tertular Covid-19 sebenarnya jauh lebih tinggi ketimbangyang diperkirakan saat ini.
Penelitian yang dilakukan tim Annals of Internal Medicine, Kanada juga menunjukkan orang muda yang terpapar Covid-19 cenderung tidak terdeteksi dan mereka lebih berpotensi menularkan virus ke orang tua berusia lanjut.
Selama ini diketahui, orang tua lebih berisiko terinfeksi Covid-19 dan bisa mengalami gejala yang lebih parah ketimbang orang muda saat terpapar virus corona. Inilah yang akhirnya membuat orang tua diprioritaskan menerima vaksin.
Kendati demikian, studi baru tersebut menunjukkan, tingkat infeksi yang dilaporkan tinggi terhdap orang tua lantaran selama ini pengujian lebih sering dilakukan pada kelompok ini.
- Menteri Kesehatan RI: Campak Jauh Lebih Menular Daripada COVID-19
- Waspada Lonjakan Kasus COVID-19, Kemenkes Instruksikan Pemda dan Faskes Siap Siaga
- Waspadai Covid-19, Tingkat Keterisian Tempat Tidur Rumah Sakit Meningkat
- Warga China Pilih Lawan Cuaca Dingin dan Lonjakan Covid-19
- Sejumlah Negara Perketat Pintu Masuk Untuk Turis Dari China
“Ketika kita melihat angka kasus Covid-19 selama pandemi, terkadang kita lupa berapa banyak kasus yang terdeteksi sangat bergantung pada jumlah tes yang dilakukan. Jumlah pengujian Covid-19 itu berbeda antar kelompok umur,” terang rekan penulis David Fisman dari University of Toronto.
Seperti diilansir dari Reuters, Selasa 17 Agustus 2021 lalu, Fisman dan koleganya menggunakan catatan semua tes dan diagnosis tes PCR untuk Covid-19 di Ontario, Kanada, antara Maret-Desember 2020.
Tim Fisman mengembangkan model statistik untuk menganalisis apakah perbedaan tingkat infeksi berdasarkan kelompok usia dipengaruhi frekuensi pengujian.
Setelah disesuaikan untuk frekuensi pengujian, peneliti berkata risiko infeksi paling rendah ada pada anak-anak di bawah usia 10 tahun, dan orang lanjut usia di atas 80 tahun. Ini dibandingkan dengan populasi keseluruhan.
Tingkat tertinggi infeksi Covid-19 ada pada orang muda di rentan usia 20 sampai 49 tahun.
“Apa yang kita lihat dalam pandemi adalah puncak gunung es yang jauh lebih besar, dan sebagian besar gunung es itu ada pada orang yang lebih muda,” beber Fisman, seperti dilansir dari kompascom, Kamis 19 Agustus 2021.
Untuk itu, Fisman mengingatkan data ini hanya dari satu provinsi di Kanada, dan penelitian lebih lanjut diperlukan pada populasi yang lebih luas.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
