Lewat Program 5 Ribu Lorong, Danny Pomanto Target Minimal 100 Ribu Lapangan Kerja Baru

Danny Pomanto
Calon Wali Kota Makassar nomor urut 1 Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto

Terkini.id, Makassar – Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto – Fatmawati Rusdi menargetkan 100 ribu lapangan kerja baru. 

Lewat program 5.000 lorong wisata, pasangan calon nomor urut 1 ini akan mendorong kebangkitan ekonomi lorong.

“Uang yang datang ke lorong. Bukan orang lorong yang susah-susah keluar merantau cari uang,” ungkap Danny Pomanto di Kecamatan Mariso, Kamis, 15 Oktober 2020.

Dia mengatakan, jika semua lorong punya ciri khas usaha, maka lorong akan menjadi sentra ekonomi baru di Kota Makassar.

“Mau minum kopi di lorong, makan coto di lorong. Tidak usah lagi di jalan raya. Kita akan tata dan datangkan pengunjung. Itu tugas kami jika terpilih,” ungkap Danny.

Menarik untuk Anda:

Target 100 ribu lapangan kerja baru di lorong, menurut Danny, satu lorong bisa memberdayakan minimal 20 orang. 

“Dikalikan 5000 lorong, hasilnya 100 ribu lapangan kerja baru. Ini minimal yah,” ungkap Danny.

Danny mengatakan, sejak tidak menjabat, banyak sekali program lorong yang mangkrak. Pasalnya, yang mengelola kota saat ini tidak paham cara menggerakkan masyarakat.

“Insya Allah tungguma,” ungkap Danny.

Dengan ekonomi lorong semakin baik, Danny percaya warga Makassar tidak akan kesulitan biaya sekolah, bayar BPJS, dan bayar listrik.

“Bisa cicil rumah dan beli motor,” kata Danny.

Selama kampanye, Danny mengaku menerima banyak keluhan dari masyarakat. Mulai dari layanan panggilan darurat 112 tidak aktif, guru honor tidak diperhatikan. Insentif Ketua RT dan RW telat, dan pelayanan publik yang mempersulit masyarakat.

“Doakan saya dan Ibu Fatma terpilih. Kita benahi sama-sama. Dekkeng saya hanya Allah dan rakyat. Jika terpilih rakyat prioritas,” kata Danny.

Kusmiati, Ketua RT di Kelurahan Kunjung Mae berharap Danny Pomanto dan Fatmawati Rusdi terpilih. Bisa membenahi sistem kesehatan di Kota Makassar.

“Susah kami orang kecil pak. Sejak iuran BPJS Kesehatan naik dari Rp 25 jadi Rp 50 ribu. Makan saja susah, setiap bulan harus bayar BPJS. Kami minta digratiskan pak,” ungkap Kusmiati.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Kebijakannya Dinilai Tak Memihak Kaum Difabel, Danny ke Appi: Saya Kira Beliau Tidak Lihat

Siapkan 15 Ribu Alat Swab, Pemkot Makassar Target Zona Kuning Covid-19 di Akhir Tahun

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar