Liestiaty F Nurdin Panen Talas Satoimo Bersama di Maros, 8,8 Ton Akan Diekspor ke Jepang.

Liestiaty F Nurdin Panen Talas Satoimo Bersama di Maros, 8,8 Ton Akan Diekspor ke Jepang.

Muh Nasruddin

Penulis

Terkini.id — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Sulsel, Liestiaty F Nurdin, melakukan panen perdana talas beku atau talas satoimo, di Desa Tanralili, Kabupaten Maros, Kamis 17 Oktober 2019.

Lies didampingi Ketua Dharma Wanita Sulsel, Sri Rejeki, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel, Fitriani, beserta

“Panen satoimo, termasuk program Pemprov Sulsel untuk menggalakkan tanaman talas satoimo, juga memberdayakan petaninya. Sebab satoimo sangat diperlukan oleh pemerintah Jepang,” jelas Lies F Nurdin usai melakukan panen.

Sebanyak 8,8 ton talas beku akan diekspor ke Jepang. Selain itu, sebagai komoditi itu ekspor, talas satoimo yang tinggi protein dan kolagen dapat menjadi panganan penunjang kebutuhan masyarakat.

“Kalau sudah banyak dipasaran ini bisa ikut dikonsumsi oleh masyarakat umum,” jelas Lies.

Baca Juga

Talas satoimo pertama kali dibudidayakan di Kabupaten Bantaeng dan hingga saat ini telah berhasil dikembangkan di sepuluh daerah di Sulsel. Di antaranya dikembangkan di kota Makassar, Kabupaten Soppeng, Kabupaten Bone, dan Maros.

“Saat ini sudah ada 10 daerah yang menanam, dan bisa jadi percontohan daerah lain untuk menanam satoimo,” jelas Lies.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulsel, Fitriani, mengatakan kedatangan Lies F. Nurdin melakukan panen bersama petani memberi semangat dan motivasi bagi petani untuk terus meningkatkan kualitas tanaman talas satoimo.

“Kepedulian ibu (Lies F. Nurdin) mengunjungi petani dan melakukan panen bersama memberi semangat dan motivasi bagi petani untuk terus meningkatkan kualitas tanaman satoimo,” kata Fitriani.

Fitriani menambahakan, saat ini pihaknya tengah mengembangkan pemanfaatan talas satoimo untuk menyuplai kebutuhan industri pangan yang membutuhkan tepung talas satoimo.

“Yang tidak bisa diekspor bisa diolah jadi tepung, segingga yang tidak bisa diekspor bisa tetap laku terjual di pasar,” kata Fitriani.

Ia berharap, kualitas talas yang dikembangkan oleh petani di Sulsel terus meningkat dan bisa menyamai kualitas talas satoimo Cina yang saat ini menjadi eksportir terbesar talas satoimo di Jepang.

“Jepang akan terus membeli talas kita selama sesuai standar kualitas yang mereka tetapkan,” tutup Fitriani.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.