LinkAja, ‘Senjata Uang Digital’ dari BUMN untuk Lawan Go-Pay dan OVO

Terkini.id, Jakarta – Perusahaan Telekomunikasi milik negara, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk membuat anak usaha baru yaitu PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) melalui PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel).

Fintech ini akan menjadi induk dan pengelola layanan dompet digital dan milik BUMN yang diberi nama LinkAja.

LinkAja bakal menggabungkan produk T-cash milik Telkomsel, Yap! milik BNI, e-Cash milik Bank Mandiri dan T-bank dari Bank BRI. Untuk tahap awal, Telkomsel telah mengalihkan T-cash ke Finarya dan bertransformasi menjadi LinkAja mulai 21 Februari 2019.

“LinkAja merupakan sebuah layanan keuangan elektronik yang merupakan sinergi layanan keuangan elektronik dari berbagi Bank Usaha Milik Negara (BUMN),” jelas manajemen T-cash sebagaimana dikutip dari laman resminya, pada Senin 4 Februari 2019.

Disebutkan, perubahan T-Cash menjadi LinkAja merupakan pengenalan awal dompet digital bersama BUMN dan jadi produk utama untuk dompet digital.

“Tidak ada lagi produk dompet digital bank BUMN. Semua akan dilebur ke T-Cash yang bertransformasi jadi LinkAja. LinkAja rencananya diluncurkan 1 Maret 2019,” ujar tersebut.

Dibentuknya Finarya sebagai rumah bagi layanan dompet digital BUMN sudah digodok sejak kuartal III-2018.

Fintech ini disiapkan untuk ‘melawan’ Go-Pay dan OVO yang tumbuh pesat kurang dalam beberapa tahun terakhir, membuat produk dompet digital BUMN kurang diminati masyarakat.

Dengan penggabungan ini diharapkan BUMN lebih bisa bersaing dengan OVO dan Go-Pay dan maksimal menggarap nasabah dan pelanggan Telkomsel. Saat ini pelanggan T-Cash 30 juta pelanggan sementara pelanggan Telkomsel mencapai 200 juta orang. Bank BUMN juga rata-rata memiliki jumlah nasabah di atas 10 juta orang.

“LinkAja diputuskan di bawah fintech Finarya karena produk ini sulit bersaing bila di bawah perbankan yang harus comply dengan berbagai aturan regulator. Berbeda dengan Go-Pay dan OVO yang dengan cepat menyesuaikan dengan kebutuhan penggunannya,” jelas sumber tersebut seperti dilansir cnbcindonesia.

Dengan di bawah fintech, produk LinkAja akan lebih mudah untuk berinovasi tetapi keamanan dan perlindungan nasabah tidak akan hilang karena ada bank BUMN yang akan mengawasi dengan ketat soal itu.

Komentar

Rekomendasi

Berita Lainnya

Mandiri, AXA Mandiri dan KemenBUMN Sediakan Proteksi Jiwa Rp 1 T untuk 35.000 Tenaga Medis

Pedagang Bakso dan Pekerja Lain di Sektor Ini Mendapat Rp 880 Ribu Per Bulan

Bank Sulselbar Perbanyak Loket dan Gratiskan Biaya ATM Demi Cegah Covid-19

Benarkah Kredit di Bank dan Leasing Bisa Ditunda? Begini Penjelasan Rinci OJK

Stabilkan Pasar Saham, OJK Bolehkan Perusahaan Tunda RUPS Tahunan dan Laporan Keuangan 2019

Kredit Macet Menghantui di Tengah Wabah Corona, OJK Longgarkan Kredit untuk Debitur

BI Gelontorkan Rp 300 Triliun untuk Selamatkan Rupiah

Gandeng PT PNM, Bank Sulselbar Pacu Bisnis Ultra Mikro

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar