Mengenal Bitcoin, Mata Uang Digital Kesukaan Para Kriminal

Terkini.id – Beberapa hari ini, popularitas Bitcoin meningkat karena Illon Musk tiba-tiba membeli Bitcoin senilai 1,5 miliar dolar Amerika. Padahal, penggunaan Bitcoin sebenarnya sempat menurun pada tahun 2019 lalu. Namun, apa pun kondisinya, Bitcoin selalu menjadi kesukaan para kriminal untuk melakukan transaksi ilegal.

Berdasarkan data dari Chainaysis, penggunaan Bitcoin untuk berbagai aksi kriminal meninggal sebanyak 60 persen dalam tiga bulan pertama di tahun 2019.

Aksi kriminal tersebut mulai dari pembelian obat-obatan terlarang permintaan uang tebusan menggunakan Bitcoin setelah pelaku mencuri data korban, dan berbagai aksi kriminal lainnya.

Baca Juga: Denny Siregar Ogah Kasus Ade Armando Disamakan dengan Tragedi KM...

Apa itu Bitcoin?

Bitcoin adalah mata uang elektronik yang tentunya hanya bisa digunakan secara digital.

Baca Juga: Resahkan Warga, Residivis Curanmor Diringkus Tim Pegasus Polres Jeneponto

Bitcoin diciptakan tahun 2009 ketika pasar perumahan jatuh.

Sebagai mata uang digital, Bitcoin tidak hadir dalam bentuk fisik.

Ia hadir dalam bentuk saldo yang disimpan di buku besar yang aksesnya transparan, dapat dilihat publik.

Baca Juga: Resahkan Warga, Residivis Curanmor Diringkus Tim Pegasus Polres Jeneponto

Transaksi menggunakan Bitcoin akan diverifikasi oleh sejumlah besar daya komputasi.

Melalui teknik-teknik kriptografi, transaksi akan tercatat dalam sebuah brankas data milik publik.

Teknologi penyimpanan ini disebut dengan blockchain.

Bitcoin ini tidak diterbitkan atau didukung oleh bank atau pemerintah mana pun.

Oleh karena itu, Bitcoin bukanlah alat pembayaran yang sah.

Meski begitu, grafik Bitcoin memiliki popularitas tinggi.

Bitcoin bahkan telah memicu peluncuran ratusan mata uang virtual lainnya yang secara kolektif disebut Altcoin.

Salah satu kelebihan Bitcoin adalah biaya transaksi yang lebih rendah daripada mekanisme pembayaran online tradisional lainnya.

Pencipta Bitcoin sendiri adalah seseorang yang misterius dan tidak benar-benar dikenal identitasnya.

Satu-satunya hal ia bocorkan ke publik adalah bahwa ia bernama Satoshi Nakamato.

Namun, tidak ada verifikasi apakah itu adalah nama samaran atau nama sebenarnya.

Mengapa Bitcoin Disukaiisukai Para Kriminal?

Bitcoin sangat sering digunakan di pasar gelap online yang berada di dark web.

Sudah banyak aksi kriminal yang pernah terjadi dengan menggunakan Bitcoin sebagai alat transaksi.

Contohnya pembelian obat-obatan terlarang, pembelian senjata api, pembelian video porno anak-anak, dan bahkan untuk menyewa pembunuh bayaran.

Banyak juga para penjahat yang melakukan pencucian uang menggunakan Bitcoin.

Belakangan, ada juga kejahatan di mana pelaku mencuri data pribadi si korban lalu meminta Bitcoin sebagai tebusan agar datanya dikembalikan.

Alasan utama mengapa Bitcoin disukai orang untuk melakukan transaksi ilegal adalah karena Bitcoin lebih sulit untuk dilacak pemerintah.

Seperti yang telah disebutkan di atas, Bitcoin tidak berada di bawah bank atau pemerintah mana pun.

Ketika melakukan transaksi yang melibatkan kegiatan ilegal melalui bank, tentunya otoritas akan sangat mudah memproses.

Bank juga bisa membaca transaksi-transaksi yang tidak normal pada nasabahnya.

Maka, polisi dan pihak keamanan lainnya akan lebih sulit untuk melacak identitas dan transaksi yang terjadi.

Namun, tentu saja melacaknya juga bukan hal yang mustahil.

Telah ada beberapa aksi kriminal menggunakan Bitcoin yang telah diproses secara hukum.

Bagikan