Terkini.id, Jakarta – Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan memperkirakan puncak kasus omicron terjadi pada awal Februari mendatang. Ketum PB IDI Daeng M Faqih mengatakan pihaknya telah meminta para tenaga kesehatan untuk bersiap menghadapi ancaman lonjakan kasus Omicron.
“Yang kami lakukan adalah mengingatkan kawan – kawan di daerah untuk bersiap – siap,” ujar Daeng di YouTube MNC Trijaya FM, Sabtu 15 Januari 2022.
Daeng meminta rekan – rekan tenaga medis untuk bekerja mematuhi protokol kesehatan dan berhati – hati. Dia berharap tidak ada lagi tenaga kesehatan yang gugur dalam peperangan melawan Covid – 19.
“Kemudian kawan – kawan di daerah untuk menghadapi ini dengan sangat hari – hati akrena kita tidak mau kita sudah berjibaku membantu dan kemudian kita terpapar sakit dan banyak yang gugur,” ujar Daeng.
Daeng menuturkan meskipun kasus Omicron telah terdeteks, tetapi bergejala ringan. Ia meminta tenaga kesehatan di daerah tetap bersiaga lonjakan kasus corona dan meningkatkan pelayanan.
- Waspada! Gejala Baru Covid-19 Ada yang Baru
- Tembus 3.000 Pasien dalam Sehari, Benarkah Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 telah Mendominasi di Indonesia?
- Pertemuan Tatap Muka di Sekolah Segera Berlangsung, Pemerintah Prediksi Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 Melonjak
- Gejala Omicron Mengalami Peningkatan 21 Kasus BA.4, 122 Kasus BA.5
- Update Covid-19 Selasa 21 Juni, Ada Penambahan 1.678 Kasus Baru di Indonesia
“Meskipun ini sudah terkonfirmasi banyak kasus yang ringan, kesiapsiagaan itu perlu, karena masyarakat ini kan memerlukan kalau sakit dan melonjak cepat akan membutuhkan pertolongan yang maksimal. Gak bisa mohon maaf kadang – kadang dikte masyarakat yaudah harus di rumah, kadang – kadang masyarakat akan memilih berbondong – bondong datang ke pelayanan,” ujar Daeng.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memperkirakan puncak kasus Omicron terjadi awal Februari mendatang. Luhut mengatakan hal itu berdasarkan hasil pengamatan terhadap pengalaman negara lain, di mana varian Omicron mencapai puncaknya dalam kisaran waktu 40 hari, lebih cepat dari varian Delta.
“Untuk kasus di Indonesia, kita perkirakan puncak gelombang karena Omicron akan terjadi pada awal Februari,” ujar Luhut, Selasa 11 Januari 2022 dikutip dari laman detikcom.
Meski begitu, kata Luhut, sebagian besar kasus yang terjadi berpotensi gejala ringan. Sehingga pemerintah menyiapkan strategi yang berbeda dengan penanganan varian Delta.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
