Mahasiswa Ikut Merawat dan Kendalikan Hama Tanaman Jagung Petani Agar Produksi Meningkat di Masa Pandemi Covid-19

Mahasiswa Polbangtan Gowa Bantu Petani Kendalikan Hama

Hama dan penyakit merupakan salah satu kendala utama dalam memperoleh produksi yang tinggi dalam budidaya jagung dikarenakan gangguannya  sangatlah berimbas pada fase pertumbuhan hingga fase pematangan. Gangguan sangat besar sekali pengaruhnya terhadap penurunan hasil produksi jagung pada saat panen.

Kegiatan ini salah satunya terjadi di Desa Panaikang Kecematan Pattallassang Kabupaten Gowa.  Hikma Herfina mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian  membantu petani melakukan penyemprotan dalam proses pengendalian hama serangan ulat grayak yang menyerang tanaman jagung. Rabu, (27/05).

Pendampingan yang dilakukan mahasiswa merupakan upaya khusus pertanian dalam masa pandemi COVID-19 sebagai wujud untuk memberikan motivasi terhadap para petani yang berada di lokasi untuk lebih rutin dalam merawat dan memelihara tanaman jagung. Kegiatan ini dilakukan sesuai arahan kementerian pertanian untuk seluruh mahasiswa Polbangtan Gowa untuk ikut andil dalam mengawal tersedianya pangan dimasa pandemi Covid 19 ini” ujar Hikma.

Kegiatan ini di lakukan karena adanya serangan ulat grayak yang menyerang bagian daun jagung yang masih muda dengan umur bervariasi 5-10 hari hingga 50 hari sesudah tanam.

“Kami di berikan tugas untuk melakukan kegiatan pendampingan dengan kelompok tani yang berada di daerah masing-masing. Pada kegiatan ini saya membantu petani melakukan pengendalian ulat pada tanaman jagung dengan menggunakan insektisida Dangke. Penyemprotan Insektisida Dangke ini berfungsi untuk membekukan telur masa dormansinya berbulan-bulan.

Menarik untuk Anda:

Sebab ketika stomata terbuka cairan pestisida akan mudah di serap oleh tanaman dan masuk kedalam jaringan tanaman, dengan demikian hama atau penyakit yang menyerang tanaman akan mati ketika hama memakan bagian tersebut,meskipun hama tidak berada di tempat  ketika penyemprotan  dilakukan,” lanjut Hikma.

Sesuai dengen teori dan praktik yang kami dapatkan di kampus, bahwa kegiatan penyemprotan haruslah memperhatikan unsur yakni; tepat Sasaran, tepat dosis, tepat waktu dan tepat cara dengan tujuan agar hasil produksi bisa maksimal.

Sesuai arahan Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL), Peran pemuda khususnya dalam menggenjot ketersediaan pangan memang sangat dibutuhkan ditengah pandemi Covid-19 ini. Adanya pandemic Covid-19 tidak serta membuat kegiatan  pertanian  berhenti. Aktivitas pertanian harus berlanjut. Pertanian sebagai gerbang terdepan penyedia stok pangan nasional tetap semangat berproduksi.

Hal senada juga ditegaskan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Prof. Dedi Nursyamsi. Ia menegaskan pangan adalah masalah yang sangat utama, hidup matinya suatu bangsa.

Pandemi Covid-19 menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu yang tetap harus bergerak, selain sektor kesehatan. Karenanya, ayo berjuang terus karena ketersediaan pangan di masyarakat adalah tanggung jawab kita bersama, “Jangan lupa untuk tetap perhatikan protokol penanganan covid 19 di lapangan,” jelas Dedi. (MUZ).

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Bahas Perwujudan Kota Inklusif, Arsitektur Unismuh Makassar Bakal Gelar Diskusi Virtual

Dosen UNM Bimbing Pembuatan Alat Kontrol Pengaman Listrik di SMK Somba Opu

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar