Kehadiran Pengusaha Milenial di Sektor Pertanian memang menjadi perhatian penuh Kementerian Pertanian, antara lain melalui Program Pengembangan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP = Program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian) bekerjasama dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD) yang difokuskan kembali melalui Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS).
Program YESS, yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian Indonesia, bertujuan untuk menciptakan peluang bagi pemuda pedesaan untuk membangun mata pencaharian ekonomi mereka melalui kewirausahaan atau mendapatkan pekerjaan sehingga dapat meningkatkan kontribusi mereka terhadap transformasi pedesaan yang berkelanjutan dan inklusif. Hal ini diharapkan dapat membantu memberikan insentif bagi generasi baru petani, agripreneur, dan pemain rantai pasok pedesaan, yang akan mendorong modernisasi pertanian dan memastikan bahwa, melalui peningkatan mata pencaharian pedesaan, migrasi merupakan pilihan mata pencaharian daripada kebutuhan.
Upaya pendidikan dan pelatihan vokasi pertanian dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 tidaklah mudah, sejumlah hal perlu dipersiapkan, diantaranya pengembangan metode pembelajaran, penerapan teknologi dan perubahan pola pikir menuju 4.0. Pembangunan kapasitas untuk Institut Pendidikan dan Pelatihan Teknik dan Kejuruan (TVET) untuk berpartisipasi dalam penerapan metodologi pengajaran berbasis kompetensi dan berpusat pada pelatihan melalui pendidik, instruktur, pelatih dan guru. Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Teknik dan Kejuruan (TVET) diharapkan dapat lebih menghubungkan program pendidikan dan pelatihan dengan tuntutan pasar kerja (bisnis dan industri), dengan menghasilkan lulusan yang siap kerja, baik sebagai pencari kerja maupun pencipta pekerjaan.
Salah satu kegiatan Program YESS adalah peningkatan kapasitas bagi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Teknik dan Kejuruan (TVET) untuk berpartisipasi dalam adopsi metodologi pembelajaran yang berbasis kompetensi dan berpusat pada pelatihan melalui pendidik, instruktur, pelatih dan guru. Lembaga TVET yang ditunjuk diharapkan dapat lebih menghubungkan program pendidikan dan pelatihan dengan tuntutan pasar kerja (bisnis dan industri), dengan menghasilkan lulusan yang siap kerja, baik sebagai pencari kerja maupun pencipta lapangan kerja.
Untuk melaksanakan kegiatan ini, sehubungan dengan hal tersebut program National Project Management Unit (NPMU) YESS telah menawarkan kepada Unit Riset Tatakelola Pemerintahan dan Pembangunan Ekonomi Daerah/Local Governance and Economic Development (LoGED), Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM), Institut Pertanian Bogor (IPB University) untuk merancang tiga modul pelatihan yang menggunakan metodologi Competency Based Training (CBT)
- Reses Kedua, Anggota DPRD Makassar William Serap Aspirasi Warga Kecamatan Tallo
- Asmo Sulsel dan Polres Gowa Edukasi Safety Riding bagi Siswa SMAN 20 Gowa
- Cetak SDM Pertanian Profesional, Polbangtan Kementan Monitoring Mahasiswa Magang di Batu Malang
- BPJS Ketenagakerjaan dan Kejaksaan RI Kompak Tingkatkan Perlindungan Pekerja Rentan di Sulawesi-Maluku
- Polbangtan Kementan, Dorong Generasi Muda, Bangun Startup Pertanian dan Peternakan Kompetitif
Tujuan peningkatan kapasitas lembaga TVET adalah Mengembangkan dan menyampaikan modul pelatihan ke lembaga terpilih dengan tujuan untuk meningkatkan transfer keterampilan kepada siswa dan peserta pelatihan serta meningkatkan kemampuan kerja mereka.
Bertempat di BBPP Batangkaluku, Syaifuddin selaku Direktur Polbangtan Gowa membuka Training Capacity Building for Technical Vocational Education and Training Institution (TVET) Program YESS didampingi Kepala Balai BBPP Batangkaluku Salam memberikan sambutan selamat datang bagi peserta. Rabu, (25/11)
Zaman sekarang yang ditandai dengan zaman ln PT 4.0 tidaklah muda untuk menghasilkan petani milenial sehingga dibutuhkan kegiatan capasitas buiding untuk mengembangkan Sdm, penyelenggaraan dan tentunya pelayanan yang lebih baik,” tutur Syaifuddin.
Peserta yang berasal dari Polbangtan Gowa dan BBPP Batangkaluku akan mengikuti training selama 4 hari mulai Rabu sampai dengan Sabtu. Peserta melalui tim instruktur diberikan materi berupa, Merancang Pelatihan Berdasarkan hasil TNA, Menerapkan Pelatihan Berdasarkan hasil TNA, Menganalisis Pelatihan Berdasarkan TNA, Perancangan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK), Pelaksanaan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK), Pembelajaran Orang Dewasa Sensitif Gender, Dinamika Kelompok Belajar Orang Dewasa serta Merencanakan Dan Mengevaluasi Program Pelatihan
Peserta juga setiap harinya akan diberian ujian melalui pre test dan post tes untuk mengetahui sejauh mana materi yang akan dan telah disajikan Oleh instruktur. (MUZ).
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
