Mahasiswa Polbangtan Dampingi Petani Kedelai Maros, Beri Penyuluhan Pengolahan Kedelai

Mahasiswa Polbangtan Gowa Mendampingi Petani Kedelai

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menuturkan sesuai arahan Presiden Joko Widodo, Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat sektor pertanian. Komoditas kedelai menjadi salah satu komoditas yang harus dijamin supaya kedepannya tetap memiliki produksi yang cukup untuk rakyat.

Di Kabupaten Maros, kedelai merupakan salah satu komoditas andalan terutama di Kecamatan Bantimmurung. Hasraeni Khairun Nisa menuturkan, untuk wilayah Leang-leang khususnya di lingkungan Panaikang, air menjadi faktor penentu sehingga tanaman kedelai sangat cocok dibudidayakan.

Ketersedian air dan irigasi sangat berdampak terhadap produksi dan sistem pemasaran, ini yang kami amati selama bertugas di Kecamatan Bantimmurug sebagai salah satu sentra kedelai. Disini petani dapat menanam padi sebanyak dua kali dan kedelai satu kali. Varietas yang dibudidayakan adalah varietas ajasmoro dan varietas agromulyo,” ujar Hasraeni.

Hari ini kami bersama teman-teman mahasiswa Politeknik Pembangunan (Polbangtan) Gowa dan 1 mahasiswa Polbangtan Malang ikut berkontribusi terhadap pertanaman kedelai. Kami membantu petani untuk mengamati kedelai dilahan petani, sekalian kami melakukan penyuluhan tentang pengolahan kedelai untuk meningkatkan nilai tambah sehingga akan berdampak juga terhadap pendapatan mereka, terutama untuk anggota KWT (Kelompok Wanita Tani),” kata Hasraeni. Kamis (04/06).

Senang rasanya bisa terjun langsung bersama petani ,apalagi dimasa pandemi covid-19 ini. Tentunya segala aktifitas kami dilapangan tetap memperhatikan protokol kesesahatan yang ditetapkan pemerintah. Kegiatan kami didampingi Pak Zakir (Ketua poktan Paomakkajoange), Ibu Hj.Suaeba, S.TP sebagai Penyuluh Pertanian Lapangan setempat,” pungkas Hasraeni.

Menarik untuk Anda:

Untuk itu kami akan terus bersama petani diwilayah ini, kami ditugaskan untuk bersinergi dengan petani dalam hal pendampingan, kami juga ingin melihat petani itu sukses dalam beragribisnis.

Peran pemuda khususnya dalam menggenjot ketersediaan pangan memang sangat dibutuhkan ditengah pandemi Covid-19 ini. Adanya pandemic Covid-19 tidak serta membuat kegiatan pertanian berhenti. Aktivitas pertanian harus berlanjut. Pertanian sebagai gerbang terdepan penyedia stok pangan nasional tetap semangat berproduksi.

Sesuai arahan Mentan SYL, pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh tertunda apalagi berhenti. Begitu pula kegiatan olah tanah, olah tanam hingga panen padi oleh petani harus tetap berlangsung di tengah pandemi global Covid-19.

Hal ini sejalan dengan permintaan Presiden Joko Widodo bahwa pertanian tetap harus terus berproduksi. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof Dedi Nursyamsi pun mengatakan ini di berbagai kesempatan.

Pandemi Covid-19 menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu yang tetap harus bergerak, selain sektor kesehatan. Karenanya, ayo berjuang terus karena ketersediaan pangan di masyarakat adalah tanggung jawab kita,” jelas Dedi. “Jangan lupa untuk tetap perhatikan protokol penanganan covid 19 di lapangan,” imbuh Dedi. (MUZ).

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Mahasiswa KKN Unhas 104 Pinrang Bikin Alat Hand Sanitizer Otomatis

BPP Barebbo Resmikan Sekretariat Kostratani, Direktur Polbangtan Gowa Kampanyekan Pemanfaatan Pekarangan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar