Masuk

Songsong Tahun Akademik Baru, Polbangtan Kementan Tingkatkan Perangkat Pembelajaran

Komentar

Terkini.Id, GOWA – Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa sebagai salah satu kampus vokasi di bawah Kementerian Pertanian terus berusaha mengembangkan kualitasnya. Berbagai upaya dilakukan terkhusus pada pengelolaan potensi keluaran mahasiswa yang dipersiapkan menjadi generasi baru milenial yang akan terjun ke dunia pertanian.

Hal tersebut sebagaimana pesan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang mengatakan bahwa Polbangtan adalah pabrik pencetak petani milenial.

 “Politeknik Pembangunan Pertanian sebagai pelaksana pendidikan vokasi merupakan pabrik pencetak generasi milenial. Generasi milenial memiliki ciri berpikir strategis, inspiratif, inovatif, energik, antusias, dan fasih mengadopsi teknologi digital dalam berbagai aspek bisnis sehingga diprediksi menjadi pembawa pembaruan dalam pembangunan pertanian”, tegas Mentan.

Baca Juga: Polbangtan Kementan Sinergikan Program Smart Farming Dalam Kurikulum Pendidikan

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa Para petani milenial muda harus banyak tercipta melalui Polbangtan.

“Para petani milenial muda harus banyak tercipta melalui Polbangtan. Maka sebagai pendidikan tinggi vokasi, diperlukan kerja sama dengan berbagai lembaga, baik itu Sekolah, Universitas, Dunia Usaha maupun Dunia Industri (DUDI)”, ungkap Dedi.

Sehubungan dengan hal tersebut Polbangtan Gowa secara rutin menyelenggarakan evaluasi dan assessment terhadap kegiatan pendidikan dan pembelajaran untuk mengukur sejauh mana keberhasilan proses dan output pendidikan telah tercapai.
 
Evaluasi juga dilakukan pada proses dan hasil kegiatan belajar mahasiswa maupun lebih luas pada penilaian semua aspek individu seperti kepribadian, tingkah laku, kejujuran, minat, bakat, sifat dan sikap.

Baca Juga: Kreatif, Mahasiswa Polbangtan Kementan Juarai Video Vlog Contest

Baru-baru ini Polbangtan Gowa menggelar rapat evaluasi dengan menghadirkan sebanyak 68 orang yang terdiri dari Unsur Pimpinan Polbangtan Gowa, Dosen, PLP, dan tenaga teknis di Hotel Remcy Makassar  pada 22-24 September 2022)
 
Menurut Urfiana yang juga Ketua Jurusan Peternakan mengatakan bahwa rapat evaluasi dilakukan terhadap proses pelaksanaan perkuliahan semester genap dan sekaligus membahas persiapan perkuliahan semester ganjil. Hal tersebut untuk menjamin bahwa aktivitas awal perkuliahan dapat berjalan tertib dan  sistematis.
 
Menurut Urfy hasil Rapat ini diharapkan  dapat  menjadi  bahan perbaikan  bagi  pelaksanaan  pembelajaran, menjamin  kualitas dan peningkatan sistem  pengajaran.
 
Rapat yang dilaksanakan selama tiga hari tersebut diawali dengan evaluasi nilai dan pembelajaran program reguler,  kemudian evaluasi nilai pembelajaran program rekognisi pembelajaran lampau, dan penyusunan juklak pembelajaran MBKM.
Di hari terakhir dilaksanakan evaluasi kurikulum, jadwal, mata kuliah, dosen pengampu maupun dosen luar biasa serta penyusunan rencana pembelajaran semester (RPS).
 
Direktur Polbangtan Gowa Syaifuddin saat membuka acara rapat menekankan tentang perlunya meningkatkan kedisiplinan baik mahasiswa maupun dosen.
 
“Hasil evaluasi terhadap kedisiplinan mahasiswa yang lalu kurang memuaskan, mungkin karena kurangnya interaksi langsung akibat pembelajaran daring saat pandemi”.
 
Selain kedisiplinan, menurut Syaifuddin hal yang juga sangat penting adalah mengevaluasi metode pembelajaran di kelas.
 
“Dalam proses pembelajaran di kelas, Dosen perlu melatih diri dan mengajar dengan menggunakan metode pembelajaran yang diperlukan guna menghasilkan keberhasilan belajar yang tinggi”.
 
Dari tingkat paling dasar hingga perguruan tinggi, untuk model pengajaran dengan jumlah materi dan peserta didiknya yang banyak, metode ceramah memang merupakan salah satu metode pengajaran tradisional tertua yang digunakan dalam proses belajar mengajar, karena sifatnya yang sangat praktis dan efektif.
 
Namun demikian, metode ini seharusnya sudah jarang digunakan, mengingat perkembangan teknologi yang semakin canggih. Sayangnya masih banyak dosen yang tetap menggunakan metode ini dengan alasan gagap teknologi dan tidak bertransisi dengan perubahan dunia pendidikan yang ada saat ini.
 
“Oleh karena itu maka dipandang perlu adanya evaluasi dan masukan mahasiswa terhadap metode dosen dalam mengajar, hal ini tidak lain untuk perbaikan bersama”, ujar Syaifuddin.
 
Terakhir beliau berpesan bahwa ada 4 kunci kemajuan dan keberhasilan sebuah kampus yang harus diterapkan di Polbangtan Gowa meliputi; penyempurnaan kurikulum, manajemen yang profesional,  adaptif dan responsif.