Masuk

Mahfud MD: Saya Tak Peduli Seberapa Besar Kandungan Kimia Gas Air Mata yang Mematikan, Tidak Penting!

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menanggapi terkait penembakkan gas air mata di Tragedi Kanjuruhan.

Pasalnya, penembakkan gas air mata kala itu, sebagai penyebab utama meninggalnya ratusan supporter. Menurut Mahfud kandungan gas air mata bukanlah hal yang penting. Faktanya, gas itu yang membuat para supporter panik.

“Saya nggak peduli sekarang seberapa besar kandungan kimia yang mematikan (dalam gas air mata), itu tidak penting!” tegas Mahfud.

Baca Juga: Resmi! Erick Thohir Ajukan Diri Sebagai Bakal Calon Ketua Umum PSSI

Kemudian, Mahfud mengatakan bukan kandungan kimianya yang menyebabkan tewasnya para supporter, tetapi penembakannya yang menyebabkan orang panik, sehingga berdesak-desakan dan meninggal. Maka dari itu, kepolisian dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) harus ikut bertanggung jawab.

Katanya, penyemprotan ke tempat-tempat tertentu yang menyebabkan orang menjadi panik. Menurut Mahfud, gas air mata tidak menyebabkan kematian langsung.

“Ini bisa jadi nafasnya sesak, lalu lari ke tempat yang sama, desak-desakan, mati. Jadi, penyebabnya ya gas air mata,” katanya.

Baca Juga: Gagal di Piala AFF 2022, Bagaimana Nasib Timnas Indonesia Sekarang?

Mahfud mengatakan rekomendasi dari TGIPF menjadi pertanyaan di tengah masyarakat, apakah ada gunanya atau tidak, karena menyangkut dunia sepak bola, pengaturan, pengorganisasian dan lainnya tersebut yang telah diatur oleh FIFA dan PSSI. 

“Kita tidak boleh ikut campur ke situ, tetapi pemerintah sudah bicara dengan presiden FIFA akan bersama-sama melakukan transformasi,” ujarnya.

Terkait rekomendasi lainnya, seperti renovasi stadion telah dilaksanakan. Selanjutnya, ketika disinggung pengaturan ke Polri, pihaknya sudah meminta supaya membuat aturan-aturan baru dan mulai melakukan penyusunan prosedur tetap yang baru di dalam pengamanan sepak bola.

“Saya kira itu sudah cukup maksimal yang dilakukan oleh TGIPF,” kata Mahfud.

Baca Juga: Pernyataan Mahfud MD Dikecam Oleh Koalisi Masyarakat Sipil

Di samping itu, korban Tragedi Kanjuruhan saat ini, sudah bertambah satu menjadi 134 orang. Korban tersebut bernama Revano, asal Sumberpucung, Kabupaten Malang. Dia dinyatakan meninggal pada pada Jumat 21 Oktober 2022.

Anggota Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan, Akmal Marhali membenarkan adanya kabar itu. Korban meninggal usai dirawat di Rumah Sakit Syaiful Anwar, Kota Malang.

“Benar (meninggal),” sebut Akmal, Jumat 21 Oktober 2022, dikutip dari Antara oleh Suara.com jaringan Terkini.id.