Masuk

TGIPF Sebut PSSI Tidak Pernah Beri Tahu Polisi Soal Aturan FIFA Terkait Larangan Penggunaan Gas Air Mata

Komentar

Terkini.Id, Jakarta –  Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) menyebutkan dalam laporannya terkait tragedi Kanjuruhan bahwa Persatuan Sebak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) tidak pernah memberikan sosialisasi soal aturan FIFA terkait pelarangan penggunaan gas air mata untuk melerai kericuhan penonton sepak bola.

“Jajaran Polda Jatim menyatakan bahwa PSSI tidak pernah mengadakan sosialisasi terkait regulasi FIFA, khususnya yang berkaitan dengan larangan penggunaan gas air mata,” demikian isi laporan dikutip Selasa 18 Oktober 2022.

Lantaran tak adanya sosialisasi tersebut, banyak anggota Polri yang tidak mengetahui soal pelarangan penggunaan gas air mata. Dalam laporan disebutkan bila Polri bertindak berdasarkan diskresi Kepolisian.

Baca Juga: Jelang Piala Asia U-20 2023, Timnas Indonesia Terancam Tanpa 3 Pemain Naturalisasi, Kenapa?

Sementara terkait pintu yang tidak terbuka, dalam laporan disebutkan bila pada 15 menit sebelum pertandingan selesai, pintu sudah diperintahkan untuk dibuka, namun pada saat terjadi kericuhan, seseorang yang bernama Stewards yang memegang kunci pintu tidak ada.

“Penanggungjawab terkait pintu dan pemegang kuncinya adalah Stewards,” isi laporan.

Dalam laporan juga disebutkan bila jajaran Polda Jatim menyatakan selama ini tidak pernah mengetahui dan terlibat Match Commisioner Meeting (MCM). Sehingga Match Commisioner tidak mengetahui terkait dengan rencana pengamanan atau renpam.

Baca Juga: Media Vietnam Sebut Shin Tae-yong Selalu Dilindungi Iwan Bule, Sekarang Sudah Tak Bisa Lagi

“Selama ini koordinasi terkait pengamanan merupakan inisiatif pihak Kepolisian,” isi laporan.

Ada Motif Ekonomi dari PT LIB

Dalam laporannya juga disebutkan adanya motif ekonomi dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) dalam penyelenggaraan pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya.

“Diduga jadwal pertandingan Arema FC vs Persebaya harus digelar pada malam hari karena adanya kontrak dengan host broadcast, dan terdapat dugaan pula apabila pertandingan diselenggarakan sore hari, PT LIB dikenai denda. Kuat dugaan adanya motif ekonomi dari PT LIB,” demikian isi laporan dikutip Selasa 18 Oktober 2022, dilansir Liputan6.com

Dalam laporan disebutkan dugaan itu ditemukan usai TGIPF menemui Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat dan jajaran Polres Malang.

Baca Juga: Jelang Laga Uji Coba FIFA Matchday Maret 2023, Siapa Lawan Timnas Indonesia?

Dari pertemuan itu diketahui terkait upaya Polres Malang melakukan pengamanan sebelum pelaksanaan pertandingan.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ditemukan tanggapan dari pihak PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait dugaan adanya motif ekonomi dalam penyelenggaraan pertandingan antara Arema FC versus Persebaya Surabaya.