Terkini.id, Jakarta – Menteri Koordinator Politik, Hukum,dan Keamanan, Mahfud MD buka suara soal wacana diperpanjangnya masa jabatan Presiden menjadi 3 periode.
Ia menegaskan bahwa masa jabatan Presiden yang tidak terbatas merupakan salah satu alasan penting mengapa dulu Orde Baru dibubarkan.
Memasuki masa reformasi, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) ketika itu lalu melakukan amandemen atas UUD 1945 dan membatasi masa jabatan Presiden menjadi hanya dua periode saja.
Maka, menurut Mahfud, wewenang untuk memperpanjang masa jabatan tersebut adalah urusan MPR, bukan Presiden.
“Salah satu alasan penting, mengapa kita dulu membubarkan Orde Baru dan melakukan Reformasi 1998 adalah karena jabatan Presiden tidak dibatasi jumlah periodenya. MPR kemudian membuat amandemen atas UUD 1945, membatasi 2 periode saja. Kalau mau mengubah lagi itu urusan MPR; bukan wewenang Presiden,” tulis Mahfud di akun twitternya @mohmahfud pada Senin, 15 Maret 2021.
- Menurut Survei INSIS SBY Berpeluang Maju Dalam Pemilu 2024 Kalau Wacana Jokowi 3 Periode Tidak Dihentikan
- Moeldoko Minta Jangan Libatkan Pemerintah soal Presiden 3 Periode, Politisi Demokrat: Geblek nih Orang
- Apdesi Dukung Presiden 3 Periode, Waket Komisi II DPR Warning Para Kades
- Kritik Dukungan Presiden 3 Periode, Haris: Aneh.. Sadar Woi, Kalau Jadi Pendukung Jangan Kaya Orang Kesurupan
- Tolak Keras Presiden 3 Periode, Haris Pertama: Sadar Woi, Kalau Jadi Pendukung Jangan Kayak Orang Kesurupan
Pernyataan Mahfud lalu mengundang beragam reaksi dari warganet. Sebagian masih menuntut sikap Presiden terhadap wacana tersebut.
“Presiden nya ya pingin kan?” komentar @Sadewa_39.
“Kalo MPR berhasil mengubah itu, ya presiden maturnuwun,” tulis @BarkahWell.
“Pertanyaannya: pemerintah setuju atau nggak pak? Dengan wacana itu pak ? @riekinurhidayat
Terkait hal tersebut, Mahfud menjawab bahwa pada 2 Desember 2019, Presiden telah menyatakan sikap.
“Presiden Jokowi tak setuju adanya amandemen lagi. Bahkan pada 2/12/2019 mengatakan bahwa kalau ada yang mendorongnya menjadi Presiden lagi, maka ada 3 kemungkinan: 1. Ingin menjerumuskan; 2. Ingin menampar muka; 3. Ingin mencari muka. Kita konsisten saja, batasi jabatan Presiden 2 priode,” tulis Mahfud.
Sementara itu, warganet nampaknya menilai bahwa pernyataan Mahfud MD mengandung maksud lain.
“Kan mulai… Nampak kali cara maennya,” tulis @mnsurbakti dengan emoticon tangan di mulut.
“He he he …. someone must catch the drip of what might be being implied here,” tulis @toasan dengan emoticon menyeringai.
Adapun wargaent lain menyampaikan kritik bahwa wacana tersebut adalah hal yang memalukan bagi reformasi, siapa pun pihak yang menghembuskannya.
“Siapa pun pihaknya tidak sepatutnya wacana 3 periode ini dihembuskan. Memalukan. Sehebat apapun presiden yang dimiliki tidak akan mungkin terjadi lagi ybs memerintah tanpa batas waktu, itulah prinsip reformasi. Jadi saran saya siapa pun hentikanlah issue tak berguna kaya gini. Norak,” kata @AldenBenny.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
