Makassar Terkini
Masuk

Soal Kasus Brigadir J, Natalius Pigai: Komnas HAM Kalah Cepat Dari Polisi

Terkini.id, Jakarta – Mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai turut memberikan komentarnya terkait kasus pembunuhan Brigadir J.

Dalam media sosial pribadinya, Natalius Pigai menilai kepolisian jauh lebih cepat dalam menangani kasus Brigadir J dibanding Komnas HAM.

Ia juga mengomentari Komnas HAM yang mempertanyakan mengapa pihak kepolisian menggeledah rumah Irjen Ferdy Sambo.

Selain itu, Natalius Pigai berpendapat semestinya Komnas HAM sudah menyebutkan nama para tersangka kasus pembunuhan Brigadir J sejak dua minggu yang lalu.

“Geledah penting utk amankan barang bukti. Komnas HAM kalah cepat dari polisi. Seharusnya 2 minggu lalu Komnas sebut nama FS, BE dll sbg Terduga Pelaku,” ujar Natalius Pigai, dikutip dari Twitter @NataliusPigai2, Rabu 10 Agustus 2022.

Akibat keterlambatan ini, Natalius Pigai yakin masyarakat Indonesia sekarang lebih percaya kepada Polri ketimbang Komnas HAM.

“Sekarang apapun yg dilakukan Komnas HAM tidak dipercaya publik. Rakyat sudah terlanjur percaya Polisi,” kata Natalius Pigai.

Cuitan Natalius Pigai yang Mengomentari Kinerja Komnas HAM Dalam Kasus Brigadir J (Twitter @NataliusPigai2)

Sebagai informasi, Choirul Anam selaku Komisioner Komnas HAM mempertanyakan alasan dibalik penggeledahan rumah Irjen Ferdy Sambo.

“Bukan hasilnya yang paling penting, tapi ‘apa’ dan ‘kenapa’ nya (dilakukan penggeledahan),” tutur Choirul Anam.

Choirul Anam menegaskan bahwa Komnas HAM akan memeriksa seluruh saksi yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

“Semua proses, semua proses (kami periksa). Kalau teman-teman melihat proses (pemeriksaan) kami ini, ternyata nggak cukup sekali (pemeriksaan), ini tiga kali loh ketemu teman-teman siber, dengan Dokkes tidak cukup sekali kami cross check kemarin ke Kramat Jati,” ucap Choirul Anam.

“Termasuk kalau kayak yang sudah ada Dokkes dan siber kita tanya. Kita tanya apa yang dilakukan, metodenya apa yang dilakukan, basisnya apa yang dilakukan,” lanjut Choirul Anam.

Sebelumnya pada Selasa 9 Agustus 2022, Tim Khusus (Timsus) Polri mendatangi kediaman Irjen Ferdy Sambo untuk mengambil beberapa barang bukti yang diduga berhubungan dengan tewasnya Brigadir J.

“Jadi ada proses penggeledahan dan dilanjutkan proses penyitaan oleh penyidik. Ya ini prosedur standarlah dari proses pengungkapan kasus. Jadi hanya sebatas itu yang dilakukan. Ada enam item yang disita,” ungkap pengacara Irjen Ferdy Sambo, Irwan Irawan.

Enam barang yang disita Timsus Polri adalah pakaian dan sepatu milik Irjen Ferdy Sambo.

“Sepatu, baju, dan ada beberapa hal lagi yang disita. Enam item-lah,” papar Irwan Irawan.

“Mungkin yang diduga terkait dengan perkara ini,” sambung Irwan Irawan.

Hingga berita ini diturunkan belum ditemukan tanggapan dari Komnas HAM terkait kritikan Natalius Pigai.