Makin Panas! Rusia Ngamuk karena Pesawat Mata-mata Amerika Lakukan Ini!

Makin Panas! Rusia Ngamuk karena Pesawat Mata-mata Amerika Lakukan Ini!

Effendy Wongso
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Moscow – Makin panas! Rusia ngamuk karena pesawat mata-mata Amerika lakukan ini. Situasi terkait Ukraina bikin runyam dua negara adidaya, Rusia dan Amerika Serikat (AS). Kedua negara tampak saling menancam. Akan tetapi, kali ini Rusia meradang. Pasalnya, negeri berjuluk Beruang Putin ini mengecam keras Amerika, Minggu 5 Desember 2021.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengungkapkan, penerbangan sipil di bawah ancaman lantaran tindakan Angkatan Udara AS di Laut Hitam. AS bersama sekutunya NATO bahkan dianggap tengah mempertaruhkan nyawa banyak warga sipil.

Hal ini terjadi akibat peningkatan intensitas penerbangan NATO di dekat perbatasan Rusia. Pada Jumat pekan lalu, 3 Desember 2021, Pusat Kontrol Pertahanan Nasional Rusia melaporkan pesawat mata-mata Amerika, RC-135 dan CL-600 Artemis wara-wiri di atas Laut Hitam.

“Ini menciptakan risiko munculnya insiden berbahaya sehubungan dengan pesawat sipil,” tegas  Zakharova dimuat media Rusia TASS, Senin 3 Desember 2021.

Rusia menjelaskan, jet tempur Su-30SM dan Su-27 dikerahkan untuk mencegat jet mata-mata itu. Saat itu, pesawat maskapai komersil Aeroflot tujuan Tel Avib-Moskow diminta mengubah ketinggian untuk memastikan penerbangan mereka tetap aman di atas perairan terbuka Laut Hitam.

Sebelumnya, ketegangan Rusia dengan AS dan sekutu memanas beberapa bulan ini. November 2021 lalu, Rusia mencegat sebuah pesawat Angkatan Udara Inggris yang posisinya disebut 30 kilometer dari teritori negeri pimpinan Vladimir Putin tersebut.

“Pesawat pegintai Inggris RC-135 mencoba mendekati perbatasan federasi Rusia di wilayah bagian barat daya semenanjung Krime,” demikian tegas Kementerian Rusia.

Seperti diketahui, Rusia sendiri mengirimkan Su-30 untuk mendesaknya pergi. Rusia mengatakan, jet Inggris berbalik ketika jet Rusia mendekat.

Melansir Live Science via CNBCIndonesia.com, Senin 6 Desember 2021, sebenarnya ketegangan Rusia dan AS-NATO terkait Ukraina soal Krimea itu sudah berlangsung ribuan tahun.

Sejak 1954, Krimea memang menjadi wilayah Ukraina lantaran ‘diberikan’ pemimpin Uni Soviet kala itu, Nikita Khruschev. Secara politik, wilayah ini dekat dengan Ukraina namun secara ikatan budaya dekat dengan Rusia.

Sekadar diketahui, Krimea kaya sumber pangan. Dari data pemerintah, lebih dari 50 persen ekonomi Krimea dikhususkan untuk industri pangan dan distribusi. Krimea juga tujuan wisata populer. Hal itu juga jadi lanskap jaringan pipa gas alam Rusia ke wilayah Eropa yang ada di lanskap Ukraina.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.