“Pak Jokowi itu jalan kaki, naik ojek, jalan kaki, naik ojek. Gatot Nurmantyo yang menyambut bersama Tito Karnavian waktu itu, menyambut kedatangan Presiden, mohon maaf Bapak Presiden, rakyat begitu mencintai TNI, membludak semua tidak bisa terbendung. Iya-iya katanya (tanggapan Jokowi mendengar ucapan Gatot Nurmantyo),” ucap Panda Nababan, dikutip dari saluran YouTube Indonesia Lawyers Club.
Setelah itu, Jokowi memerintahkan Pramono Anung dan Pratikno untuk menyelidiki secara diam-diam tentang kejadian di perayaan ulang tahun TNI.
Kemudian Pratikno dan Pramono Anung menghubungi Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri dan Polda Banten.
Berdasarkan keterangan Polda Banten (pada saat itu dijabat oleh Listyo Sigit Prabowo), pihaknya tidak memperoleh perintah untuk mengamankan lalu lintas karena Presiden Jokowi akan melintasi area tertentu.
“Ditelpon Korlantas Polri sama Pramono Anung kami tidak dilibatkan. Oh begitu cara kau mengapakan saya,” ungkapnya.
Balas dendam Jokowi kepada Gatot Nurmantyo berlanjut di acara pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution.
Gatot Nurmantyo yang turut diundang dalam acara pernikahan anak Jokowi ini, diperlakukan biasa, padahal dirinya menjabat sebagai Panglima TNI.
“Dua bulan kemudian di pestanya anaknya Jokowi si Bobby Nasution itu, Rizal Ramli di samping saya, Ban, sudah tau Soeharto Raja Jawa yang sadis, ini lebih sadis lagi katanya,” jelasnya.
“Kau ngomong apa Rizal, kau lihat dulu Gatot Nurmantyo Panglima TNI. Panglima Gatot itu duduk biasa-biasa di dekat anggota DPR, staf-staf kedutaan,” sambungnya.
Tidak berhenti sampai disitu, Panda Nababan mengungkapkan Gatot Nurmantyo juga diasingkan dari koleganya sesama TNI.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
