Kejagung Tetapkan Satu Tersangka Korupsi Minyak Goreng, Bachrum Singgung Buzzer dan PSI

Terkini.id, Jakarta – Kejaksaan Agung RI baru-baru ini mengumumkan satu tersangka dugaan tindak pidana korupsi minyak goreng, yakni Lin Che Wei.

Penetapan Lin Che Wei sebagai tersangka kasus dugaan korupsi minyak goreng mendapat sorotan publik, salah satunya datang dari pegiat media sosial dengan Bachrum Achmadi yang menyinggung Buzzer dan juga PSI.

Dia menyindir Buzzer dan PSI karena tersangka Lin Che Wei diketahui adalah salah satu Relawan Jokowi dan pendukung Ahok.

Baca Juga: Eks Mendag Lutfi Diperiksa Dalam Kasus Minyak Goreng, Kejagung :...

“Profil Lin Che Wei dari Relawan Jokowi hingga Revitalisasi Kota Tua di Bawah Ahok. Lin Che Wei tersangka mafia migor pendukung Jokowi-Ahok. Mana suara BuzzerRp bangke dan PSI? muncung klen bisanya bilang radikal radikul doang”, tulis Bachrum, dikutip dari cuitannya di media sosial Twitter SiraitBatakDusun @bachrum_achmadi, Rabu 18 Mei 2022.

Sebelumnya penetapan Lin Che Wei sebagai tersangka kasus dugaan korupsi minyak goreng diumumkan oleh Kejaksaan Agung.

Baca Juga: Moeldoko Menyerukan Aja Kesusu kepada Plat K

“Adapun satu orang tersangka yang dilakukan penahanan, yaitu LCW alias WH selaku pihak sawasta yang diperbantukan di Kementerian Perdagangan RI” Kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Ketut Sumedana, dikutip dari laman Tempo.co.

Penetapan LCW sebagai tersangka usai Kejagung melakukan Penyidikan berdasarkan surat perintah dari Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-26/F.2/FD/05/2022 tanggal 17 Mei 2022 dan Surat Penetapan Tersangka (PIDSUS-18) Nomor TAP-22/Fd.2/)5/2022 tanggal 17 Mei 2022.

Lin Che Wei diketahui punya banyak andil dalam urusan pengambilan kebijakan negara di sejumlah kementerian, hingga meraih beragam penghargaan.

Baca Juga: Moeldoko Menyerukan Aja Kesusu kepada Plat K

Pada tahun 2014 lalu, Lin Che Wei pernah menggelar acara terkait dukungan warga terhadap calon presiden dan wakil presiden yakni, Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Kegiatan itu bertemakan ‘Manifesto Rakyat yang tak Berpartai’ yang dilaksanakan di daerah Cikini, Jakarta Pusat, pada 2014 lalu.

Lin Che Wei menilai Jokowi adalah sosok pemimpin baik dan peduli terhadap rakyat. Seperti dalam penanganan pedagang kaki lima misalnya, Jokowi disebutnya lebih memilih untuk menata ketimbang nenertibkan, juga cenderung memimoin bukan memerintah.

Lin Che Wei juga menjadi CEO PT Pembangunan Kota Tua Jakarta yang bertugas merevitaslisasi bangunan di Kota Tua, yang kala itu dipimpin oleh Gubernur DKI Jakarta Basuku Tjahaja Purnama atau Ahok.

Lin Che Wei diketahui memulai karirnya sebagai analis keuangan di beberapa perusahaan asing. Dalam perjalanan karirnya, dia pernah mengadikan kasus skandal Bank Lippo ke Kepolisian pada tahun 2003, hingga pada akhirnya harus berurusan dengan pengadilan dan dituntut Rp 103 Miliar oleh Lippo Group.

Bagikan