Terkini.id, Makassar – Maraknya gelandangan, pengemis (gepeng) dan anak jalanan (anjal) di Jalan Protokol Kota Makassar menandakan minimnya penindakan.
Anjal dan gepeng dapat dengan mudah ditemui di hampir semua jalan protokol kota. Mereka meminta uang saat kendaraan berhenti diperempatan.
Bahkan beberapa dari mereka kerap kali masuk ke sejumlah sarana publik, rumah makan, hingga warkop membawa anaknya untuk mengemis.
Kepala Seksi (Kasi) Anjal dan Gepeng Dinas Sosial Kota Makassar Kamil mengakui Dinas Sosial (Dinsos) hingga saat ini belum melakukan penindakan secara serius keberadaan anjal dan gepeng Makassar.
Penindakan hanya didasari atas laporan pihak kecamatan atau pun masyarakat. Akibatnya, peningkatan tak begitu optimal.
- Satpol PP Makassar Jaring 113 Anjal, Gepeng, dan Pak Ogah Lewat Operasi Paronda
- Lewat Paronda, Satpol PP Makassar Amankan 73 Anjal, Gepeng, dan Pak Ogah
- Dinsos Makassar Sebut Ada Perubahan Pola Aktivitas Anjal dan Gepeng
- Ekploitasi Anak Meningkat Selama Pandemi Covid-19 di Makassar
- Anjal dan Gepeng di Makassar Meningkat Selama Pandemi Covid-19
Pasalnya, kata dia, ada perubahan arah kebijakan di awal tahun ini dengan beralihnya pimpinan baru, sehingga sejumlah kegiatan sempat tertunda. Alhasil jumlah anjal dan gepeng membludak.
“Bulan satu sampai tiga kita itu belum aktif memang, kegiatan penanganan anjal ini karena ada persoalan pergantian pimpinan,” kata Kamil, Kamis, 8 April 2021.
Kendati begitu, ia mengatakan pihaknya bakal rutin melakukan penindakan menjelang bulan Ramadan. Kamil mengaku dalam waktu dekat pihaknya akan kembali berkoordinasi dengan dinas dan instansi terkait.
“Makanya bulan April ini ada rapat internal anjal dan gepeng dan menjelang bulan Ramadan pasti ada satu Minggu sebelumnya (razia), kita tunggu arahan,” ungkapnya.
Kamil menyebut akan ada posko khusus yang menangani persoalan anjal dan gepeng di Jalan Pengayoman dan fly over untuk memastikan tak ada lagi aktifitas di sana.
“Inikan banyak di daerah sekitar situ dan ada juga kita patroli mobile keliling, kita dua kali nanti turun menjelang sore dan Isya karena momennya memang di situ,” katanya.
Sementara, Plh Kepala Dinas Sosial Kota Makassar Asvira Anwar mengharapkan adanya penindakan secara komprehensif terhadap anjal dan gepeng di Kota Makassar.
Salah satu caranya dengan menghadirkan Lingkungan Pondok Sosial (Liposos)
Hanya saja pengadaan Liposos sebagai salah satu upaya kongkret mengurangi anjal dan gepeng tahun ini dilaporkan luput dari penganggaran.
Asvira mengatakan pengadaan akan kembali dialihkan pada anggaran perubahan 2021. Pasalnya, kebutuhan tersebut sudah mendesak.
“Intinya kita akan perjuangkan untuk itu, mudah-mudahan tahun ini (perubahan) bisa terwujud karena kalau itu terwujud itu bisa jadi pemutus mata rantai, kita akan bina di sana,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
