Terkini.id, Jakarta – Masa pensiun Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto tinggal menghitung hari.
Namun, hingga saat ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih belum mengirimkan surat presiden (surpres) soal Panglima TNI baru ke DPR.
Sebenarnya, apa yang ditunggu Jokowi?
“Kita bersabar saja, tetapi Presiden pasti akan mengambil keputusan yang terbaik dan kemudian yang kedua Presiden akan mengikuti aturan sesuai dengan perundang-undangan yang ada. Insyaallah mengikuti selalu seperti itu,” kata juru bicara Presiden, Fadjroel Rachman, di kompleks Istana Kepresidenan, Jumat 22 Oktober 2021.
Selanjutnya, Fadjroel juga menjawab pertanyaan soal apa yang ditunggu Jokowi dan waktu pengiriman supres yang dianggap relatif lebih lama dibandingkan sebelumnya.
- Di Depan Panglima TNI, Frederik Kalalembang Ingatkan Prosedur Penangkapan Warga Sipil: Harus Koordinasi ke Polisi
- Buka Posko Pengaduan Netralitas TNI se-Indonesia, Panglima Yudo Minta Warga Tak Takut Lapor
- Kemenkes dan TNI Perpanjang Kerja Sama Bangun Kesehatan Indonesia
- Kementan dan TNI Perkuat Sinergi, Mentan : Ketahanan Pangan Identik Dengan Ketahanan Negara
- Sinergisitas TNI-Polri, Kapolri: KTT ke-43 ASEAN Berjalan Aman dan Terkendali
Fadjroel menegaskan bahwa Jokowi pasti mengikuti aturan terkait pergantian Panglima TNI ini. Prinsip good governance, kata Fadjroel, selalu diterapkan.
“Presiden kan, beliau pertama selalu mengikuti good governance. Artinya semua peraturan perundang-undangan. Beliau selalu mengatakan kita selalu patuh terhadap good governance. Jadi, sepanjang masih dimungkinkan oleh peraturan perundangan-undangan, beliau pasti mengikutinya,” ujar Fadjroel.
Seperti yang diketahui bahwa sebelumnya diberitakan dari informasi yang dihimpun, pilihan Istana sebenarnya sudah condong ke satu nama, yaitu KSAL Laksamana Yudo Margono. Namun masih ada pihak-pihak yang ingin KSAD Jenderal Andika Perkasa menjadi Panglima, dilansir dari Detikcom.
Dikabarkan, bahwa sejumlah pejabat tinggi turut serta bersuara terkait calon Panglima.
Seorang perwira tinggi yang punya pengaruh besar di kalangan internal TNI kabarnya mendukung Yudo.
Selanjutnya ada seorang menteri senior juga dikabarkan lebih senang Yudo menjadi Panglima ketimbang Andika.
Mendengar hal itu, pihak-pihak yang mendukung Andika tidak tinggal diam. Dikabarkan bahwa sejumlah tokoh yang dekat dengan Istana bergerak agar Jokowi menjatuhkan pilihan pada Andika.
Hingga saat ini, tarik-menarik kepentingan membuat alot keputusan soal Panglima TNI.
Sehingga, sampai sekarang Istana ini belum juga membuat keputusan, padahal masa pensiun Marsekal Hadi kian dekat, yaitu 8 November nanti.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
