Masuk

Masinton Pasaribu Akan Membeberkan Siapa Sponsor Dalam Isu Penundaan Pemilu

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Masinton Pasaribu selaku anggota DPR dari fraksi PDI Perjuangan (PDIP) mengatakan mempunyai info terkait dugaan pengumpulan dana untuk membayar wacana penundaan pemilu 2024 dari kasus korupsi pemberian fasilitas minyak goreng.

Dilansir dari CNN Indonesia, Minggu 24 April 2022, Masinton berharap bahwa informasi mengenai dugaan penandaan penundaan pemilu ini bisa digunakan Kejaksaan Agung untuk mendalami kasus ini.

“Ya saya ada informasi menyampaikan ke saya bahwa dia memberikan sinyalemen ya, menduga bahwa sebagian dari kelangkaan minyak goreng dan kemudian harganya dibikin mahal dan mereka mengutamakan ekspor karena kebutuhan fundraising. Untuk memelihara dan menunda pemilu itu,” ujar Masinton dikutip dari CNN Indonesia, Minggu 24 April 2022.

Baca Juga: Jokowi Disebut Gagal Jalankan Misi Perdamaian, Masinton: Namanya Diplomasi, Itu Berproses!

Selain itu Masinton juga menekankan mengenai perlunya memberantas kasus korupsi pemberian fasilitas minyak goreng ini sampai ke akar-akarnya.

Termasuk kemungkinan beberapa pihak memanfaatkan isu ini untuk kepentingan tertentu.

“Namanya informasi kan harus kita telaah, harus kita verifikasi. Tapi kan kita juga tidak boleh mengabaikan informasi tersebut,” ungkap Masinton.

Baca Juga: Tagih Janji Luhut Soal Tata Kelola Migor, DPR Nilai Menko Luhut Juga Takut Mafia

“Apalagi sudah ditangani Kejaksaan Agung. Maka harus kita support Jaksa Agung untuk menelusuri itu. Termasuk, aktor di balik yang memainkan oligopoli kartel itu,” lanjutnya.

Diketahui sebelumnya Masinton menggunakan akun media sosial pribadinya untuk mengunggah cuitan yang berisi bahwa perusahaan sawit turut serta mendanai isu penundaan pemilu.

“Korporasi besar perusahaan sawit yang ikut memobilisasi dukungan perpanjangan jabatan presiden 3 periode harus diberi sanksi!! Selain berkontribusi kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng. Juga ikut berpartisipasi melawan konstitusi,” tulis Masinton, Kamis 21 April 2022.

Kejaksaan Agung telah menetapkan 3 tersangka kasus korupsi pemberian fasilitas minyak goreng. Mereka ialah Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Indrasari Wisnu Wardhana; Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia Master Parulian Tumanggor.

Baca Juga: Kejagung Periksa Eks Mendag Soal Mafia Minyak Goreng, DPR Yakin Lutfi Akan Membongkar Skandal ini

Kemudian, Senior Manager Corporate Affairs PT Pelita Agung Agrindustri/Permata Hijau Group, Stanley MA dan General Manager di Bagian General Affair PT Musim Mas, Picare Tagore Sitanggang sebagai tersangka.

Kejaksaan Agung telah menyelidiki kasus ini sejak Januari 2001 hingga Maret 2022. Disisi lain Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dengan tegas menolak perpanjangan masa jabatan presiden dan penundaan pemilu.

Presiden Jokowi juga telah memerintahkan bawahannya untuk tidak lagi meneriakkan wacana penundaan pemilu dan Jokowi 3 Periode.