Terkini.id, Makassar – Media sosial disinyalir jadi pemicu meningkatnya angka perceraian di Kota Makassar pada 2021 yang mencapai 2.654.
Anggota Komisi D DPRD Kota Makassar Irwan Djafar mengatakan fenomena perceraian memiliki korelasi dengan penggunaan media sosial yang tak terkontrol dalam rumah tangga.
Menurutnya, media sosial seperti Facebook, Instagram dan WhatsApp menjadi salah satu pemicu perceraian.
“Itu karena terlalu banyak main di sosial media, juga terlalu banyak reuni, tapi ada juga karena faktor ekonomi,” kata Irwan, Jumat, 7 Januari 2022.
Pemicu perceraian beberapa tahun terakhir mengalami perubahan tren, bila sebelumnya kebanyakan disebabkan oleh faktor ekonomi, saat ini didominasi faktor media sosial.
- Beredar di Media Sosial, Lurah Bulu Jaya Diduga Arahkan Warga Menangkan Paslon Nomor 3
- PSM Makassar Siap Meluncurkan Jersey Baru Lewat Media Sosial
- Hari Pancasila, Pj Bupati Jeneponto Harap Masyarakat Bijak dalam Memanfaatkan Media Sosial
- Belum Cukup Bukti, Viral di Media Sosial Pemuda Lakukan Pencoblosan Massal Capres 02
- Dikaitkan dengan Pejabat Medan, Inilah Sosok Clara Wirianda!
Selain itu, Irwan menduga tingginya angka perceraian sejalan dengan tingginya angka pernikahan usia dini di Kota Makassar.
“Inilah pentingnya kesadaran, kurangi bermain medsos karena secara perlahan itu mengurangi harmonisasi dalam keluarga,” sebutnya.
Dosen Sosiologi Universitas Hasanuddin Makassar, Dr Nuvida RAF mengatakan, pasangan suami istri bisa bercerai ketika sudah tidak terjadi interaksi yang baik.
Nuvida melihat media sosial berkontribusi terhadap tingginya angka perceraian di Kota Makassar. Namun, kata dia, media sosial bukan merupakan faktor tunggal.
“Ketika kualitas hubungan menurun karena kesibukan masing-masing, bisa juga dari suami istri itu sendiri dan faktor dari luar,” tuturnya.
Akademisi Psikolog Unibos Makassar, St. Syawaliyah G ismin, menyebutkan dalam rumah tangga butuh pondasi yang kuat.
Dia menjelaskan, zaman sekarang, kasus perceraian juga banyak dipicu karena konflik akibat peran ganda istri.
“Kalau istri juga bekerja terlebih jika memilki gaji yang lebih besar,” ucapnya.
Terkait dengan adanya orang ketiga yang jadi sebab perceraian, ia mengatakan hal itu lantaran minimnya pemahaman ihwal hakikat pernikahan.
“Kalau itu kuat maka masing-masing tidak akan mudah tergoda akan hadirnya pihak ketiga,” tuturnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
