Memperingati Hari Kemaritiman Mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan Unhas Adakan Diskusi

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan

Terkini.id, Makassar- Pada hari jumat (27/09/19) Badan Pengurus Harian Keluarga Mahasiswa Jurusan Ilmu kelautan dan perikanan menyelenggarakan kegiatan Diskusi Kelautan dengan tema “History, Potensi serta Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam kemaritiman indonesia,” yang di fasilitatori oleh salah satu Dosen Ilmu Kelautan yaitu bapak Dr. Ahmad Bahar S.T M.Si.

Dalam Pengantarnya, Dosen yang akrab di sapa dengan nama Pak Abe menjelaskan mengenai Universitas Hasanuddin yang menetapkan Kelautan sebagai PIP (Pola Ilmiah Pokok) tahun 1975, tetapi program studi pertama yang terbentuk saat itu bukan kelautan, melainkan program studi Ekonomi, Hukum dan Kedokteran, sedangkan kelautan baru terbentuk sebagai program studi pada tahun 1988. Penerapan pola ilmiah pokok ini sudah ada sebelum program studi ilmu kelautan terbentuk.

Pada saat itu penerapan Pola Ilmiah Pokok di terapkan di berbagai program studi lain seperti di program studi ekonomi yang membahas perekonomian pesisir dan dari Program studi Hukum yang membahas mengenai Hukum laut.

Menarik untuk Anda:

Pak Abe juga menjelaskan mengenai Sejarah Kemaritiman, yang mana indonesia pada zaman dahulu telah menguasai bidang kemaritiman, tetapi pada saat itu indonesia menguasai perdagangan dalam bidang kemaritiman, bukan pada pengelolaan sumberdaya hayati laut nya, hal ini juga yang menjadi bahasan pada 7 nawacita jokowi. Sebenarnya penggagas benua maritim itu dari UNCLOS yang membahas tentang hukum laut, tetapi di dalam hukum laut itu tidak membahas mengenai negara kepulauan sehinggga tidak sesuai dengan negara indonesia.

“Seperti yang kita ketahui bahwa kekayaan sumberdaya alam dilaut masih melimpah, tetapi mengapa perekonomian masyarakat di wilayah pesisir masih banyak yang kurang mampu,” ujar Arman dari salah satu peserta diskusi.

Pak abe selaku pemateri menjawab bahwa penyebab tersebut dikarenakan masih kurangnya ilmu pengetahuan dan teknologi di wilayah pesisir sehingga pengelolaan sumberdaya alam dilaut masih belum bisa dioptimalkan dengan baik. Dan lanjutnya beliau juga mengatakan salah satu faktor yang menyebabkan hal tersebut anak-anak muda dari wilayah pesisir belum bisa mengoptimalkan waktu mereka untuk belajar disekolah dikarenakan pada waktu pagi hingga siang mereka lebih sering turun kelaut untuk membantu orang tua mereka mencari nafkah .

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

GESIT Lembata, Melakukan Aksi Bedah Rumah Di Desa Hoelea Kabupaten Lembata

Cegah Penularan Covid-19, Mahasiswa KKN Unhas Sosialisasi  Penerapan Protokol Kesehatan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar