Masuk

Menag Yaqut Copot Rektor UIN Sumut, Prof Syahrin dari Jabatannya

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Prof Syahrin resmi dicopot dari jabatan Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Yuni Salma, selaku Humas UINSU membenarkan pencopotan rektor tersebut. Yang dilakukan pada Selasa 4 Oktober 2022.

“Sudah (ada pengganti rektor), (pertanggal) 4 Oktober 2022,” kata Yuni Salma dikutip dari detikSumut, Rabu 5 Oktober 2022.

Baca Juga: Mahfud MD Minta Tiga Oknum Polisi yang Tertangkap Mencuri Sepeda Motor Agar Dipecat

Sebenarnya Syahrin memiliki waktu sanggah dalam 14 hari sejak Kementerian Agama memberikan hukuman disiplin. 

“Ada diberikan masa sanggah 14 hari. Namun saya kurang mengetahui tentang kelanjutannya,” ucapnya.

Yuni Salma mengaku tidak mengetahui prihal penyebab Syahrin dijatuhkan hukuman disiplin.

Baca Juga: Kekayaan Menag Yaqut Disebut Naik 1000 Persen: Watak dan Tabiat Pribadinya!

“Saya tidak mengetahuinya, mohon maaf,” katanya.

Abu Rokhmad menjadi sosok pengganti Syahrin sebagai rektor. Profesor Abu Rokhmad akan menjadi pelaksana tugas rektor UINSU. 

“Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag,” ungkapnya.

Yuni mengatakan, Abu Rokhmad adalah guru besar dari UIN Walisongo Semarang. Sebelumnya prof Abu ialah staf ahli menteri agama dalam bidang hukum dan HAM.

Baca Juga: Luhut Pandjaitan Urus Kuota Haji dan Bertemu Presiden UEA, Netizen: Menag Disalip

“Beliau Guru Besar dari UIN Walisongo Semarang dan sebelumnya menjabat sebagai staf ahli Menteri Agama bidang Hukum dan HAM,” ujarnya.

Sebelumnya, telah diberitakan bahwasanya Menag Yaqut Cholil Qoumas telah memberikan hukuman disiplin (hukdis) ke Rektor UINSU, Syahrin Harahap. Karenanya, Syahrin terancam akan dicopot dari jabatannya.

Sementara, Jubir Kemenag, Anna Hasbie, memaparkan hukuman disiplin tersebut berupa penurunan jabatan setingkat yang lebih rendah selama 12 bulan.

“Hukdis yang diberikan berupa penurunan jabatan setingkat lebih rendah selama 12 bulan. Sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah No 94 tahun 2021 tentang Disiplin PNS dan didasarkan hasil sidang Dewan Pertimbangan Kepegawaian tingkat 1. Sesuai dengan Peraturan Menteri Agama No 14 tahun 2021. Tentang Dewan Pertimbangan Kepegawaian,” ujar Anna.

Anna mengatakan surat keputusan terkait hukuman itu sudah diserahkan kepada profesor Syahrin pada tanggal 21 September 2022 yang lalu. 

“Ada waktu 14 hari bagi Syahrin Harahap untuk menyampaikan upaya administratif, jika Pak Syahrin tidak ajukan upaya administratif dalam rentang waktu yang telah ditentukan, atau mengajukan namun ditolak, maka hukdis yang dijatuhkan berlaku efektif pada hari ke-15,” terangnya.