Terkini.id, Jakarta – Mentalist Deddy Corbuzier baru-baru ini mengaku telah mengkonsumsi psikotropika ke Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Arman Depari.
Hal itu diungkapkan Deddy Corbuzier saat mewancarai Arman di kanal YouTube Deddy, Sabtu, 27 Juni 2020.
“Bang saya mau lapor, tapi jangan ditangkap. Saya menggunakan psikotropika bang. Saya punya surat ini bang. Itu psikotropika. Bagaimana bang?” kata Deddy Corbuzier ke Arman.
Tak berselang lama kemudian, ia menunjukkan kepada Arman surat dokter.
“Ini sudah benar karena kembali lagi saya bilang, narkotika, psikotropika itu sebenarnya kan obat, orang yang dilanda kecemasan yang terlalu tinggi, rasa ketakutan, rasa tidak percaya diri mengarah pada gangguan psikologis,” kata Arman menanggapi surat dokter yang diperlihatkan Deddy.
- Klarifikasi Kuasa Hukum Tergugat, Perkara Yang Sedang Bergulir di PN Jeneponto Adalah Bisnis
- POP MART Resmi Hadir di Makassar, Dorong Ekonomi Kreatif dan Permudah Akses Kolektor di Indonesia Timur
- Gugatan Wanprestasi Rp2,2 Miliar Seret Oknum Anggota DPRD Jeneponto ke Pengadilan
- Pansus Hak Angket DPRD Gowa Tegaskan Fokus Selidiki Dugaan Penyalahgunaan Wewenang, Bukan Persoalan Pribadi
- BSI Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa pada Peringatan HUT ke-18 Kabupaten Sigi
Adapun alasan Deddy Corbuzier mengkonsumsi psikotropika bukan karena rasa tidak percaya diri.
Namun, ia mengaku sulit tidur karena menahan rasa sakit di bahunya.
“Saya punya bahu ini kan copot bang, copot memang sudah gak bisa sembuh kecuali dioperasi. Jadi kalau gak dioperasi, setiap malam kalau kena AC itu sakit sekali nyut-nyutan,” ujar Deddy.
“Jadi kadang-kadang sulit untuk tidur dan sebagainya. Akhirnya harus menggunakan kayak benzo atau obat-obat seperti itu,” sambungnya.
Menanggapi pengakuan Deddy, Arman mengatakan bahwa setiap penggunaan narkotika dan psikotropika perlu persetujuan dari dokter.
“Salah satu fungsi dari narkotika dan psikotropika atau obat-obat yang sejenis itu kan menghilangkan rasa sakit, painkiller. Nah sekarang kita gak ada rasa sakit, kita fly, enak, pesta-pesta, fun, hura-hura, nah ini yang tidak boleh,” ujarnya.
Kendati demikian, Arman mengungkapkan banyak masyarakat yang menyalahgunakan psikotropika hingga akhirnya membuat penggunanya ketagihan.
Maka bagi masyarakat yang menyalahgunakan psikotropika tersebut, pihaknya tak segan-segan melakukan penindakan.
Pasalnya, kata Arman, jika psikotropika itu terus-menerus dikonsumsi tanpa pemantauan dokter, maka bisa membahayakan diri sendiri.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
