Masuk

Menhan Rusia: Personel Militer Tidak akan Panas Dikirim ke Titik Mana Pun!

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Tampaknya perang antara rusia dan ukraina tampak belum ada titik damai, perebutan lahan antar negera belum juga menemui titik terang.

Kini Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekrit yang memerintahkan 134.500 wajib militer baru menjadi tentara Rusia pada kamis lalu. Di rusia sendiri Wajib militer merupakan bagian dari rancangan musim semi tahunan Rusia.

Menurut Menteri Pertahanan Rusia (Menhan Rusia) Sergei Shoigu, tidak ada satu pun dari wajib militer yang dipanggil untuk dikirim ke titik panas di negara mana pun. Dekrit diteken lima pekan setelah perang Rusia Ukraina berlangsung.

Baca Juga: Xi Jinping Kirimkan Ucapan Selamat Tahun Baru ke Vladimir Putin

Isu keterlibatan wajib militer dalam perang sangat sensitif. kementerian pertahanan mengakui beberapa wajib militer telah dikirim ke Ukraina. Pernyataan itu muncul setelah Putin beberapa kali membantah dalam berbagai kesempatan. Putin mengatakan hanya mengirim tentara dan perwira profesional.

“presiden telah memerintahkan jaksa militer untuk menyelidiki dan menghukum pejabat yang bertanggung jawab karena tidak mematuhi instruksinya untuk mengecualikan wajib militer” ungkap Juru bicara Putin dikutip dari Tempo. Santu, 2 April 2022.

Sementara itu, menurut Shoigu mereka yang dipanggil wajib militer akan bertugas ke pangkalan pada akhir Mei.

Baca Juga: Vladimir Putin Dipastikan Tak Hadiri KTT G20 di Bali

“Sebagian besar personel militer akan menjalani pelatihan profesional di pusat-pusat pelatihan selama tiga hingga lima bulan. Saya tekankan bahwa mereka tidak akan panas dikirim ke titik mana pun,” katanya.

Namun Mikhail Benyash, seorang pengacara yang mewakili beberapa anggota Garda Nasional Rusia mengatakan bahwa di bawah hukum Rusia wajib militer dapat dikirim untuk berperang setelah beberapa bulan pelatihan. Benyash telah menolak perintah Rusia untuk pergi ke Ukraina.

Perang Rusia – Ukraina dimulai sejak 24 Februari 2022. Perang telah menyebabkan ribuan orang tewa dan jutaan penduduk Ukraina mengungsi.