Menkominfo: Indonesia Tidak Ada Rencana Gunakan Frekuensi 5G, Ini Alasannya

Terkini.id, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tidak akan menggunakan pita frekuensi untuk gelar jaringan 5G yang berdampak gangguan penerbangan, seperti yang saat ini terjadi di bandara Amerika Serikat.

Di Amerika Serikat sendiri penggelaran jaringan 5G menggunakan pita frekuensi 3,7 GHz, tepatnya pada rentang 3,7 GHz – 3,98 GHz. Penggunaan spektrum tersebut rupanya memberikan interferensi terhadap sistem radio altimeter yang bekerja pada pita frekuensi 4,2 GHz – 4,4 GHz.

“Untuk konteks Indonesia, perlu kami jelaskan bahwa Indonesia tidak ada rencana menggunakan pita frekuensi 3,7 GHz dalam rangka implementasi 55,” ujar Menkominfo Johnny G. Playe, Rabu 19 Januari 2022.

Baca Juga: Penggantian TV Analog ke TV Digital Mulai Berjalan Per April...

Menkominfo menegaskan bahwa Kominfo tetap berkomitmen menggunakan pita frekuensi 3,7 GHz – 4,2 GHz untuk kebutuhan satelit.

Sedangkan, penggelaran 5G di Indonesia akan memanfaatkan pita frekuensi yang lebih rendah, yaitu di pita frekuensi 3,5 GHz pada rentang 3,4 GHz – 3,6 GHz.

Baca Juga: TV Analog Dihentikan, Begini Cara Mengubahnya ke Digital

“Dengan demikian pengaturan frekuensi 5G di Indonesia dikatakan relatif aman. Hal ini disebabkan terjadinya guard band selebar 600 MHz yang membentang mulai dari 3,7 GHz – 4,2 GHz guna membentengi radio altimeter dari sinyal jaringan 5G,” tuturnya dikutip dari laman detikcom.

Potensi interferensi antara 5G dengan radio altimeter telah dan sedang dikaji Kementerian Kominfo dengan melibatkan para akademisi, serta Kementerian Perhubungan.

Kominfo senantiasa menjaga setiap komunikasi yang memanfaatkan sumber daya spektrum frekuensi radio bebas dari gangguan atau interferensi, terlebih radio altimeter ini berkaitan dengan keselamatan penerbangan.

Baca Juga: TV Analog Dihentikan, Begini Cara Mengubahnya ke Digital

“Seluruh upaya ini tentunya diawasi dengan berbagai instrumen regulasi dan kebihakan agar berdaya saing dan terus bertumbuh memenuhi kebutuhan nasional mewujudkan Indonesia terkoneksi,” ujarnya.

Bagikan